Dampak krisis ekonomi dan konflik etnis terhadap tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan :: Studi kasus di Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah
RIKARNO, Hendri, Drs. Iswardono S.P., MA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kemiskinan di daerah Kabupaten Kotawaringin Timur sebelum dan sesudah konflik etnis. Selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui apakah tingkat kemiskinan dan ketidakmerataan mengalami peningkatan selama periode krisis ekonomi dan konflik etnis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtut waktu (time series) dalam bentuk tahunan yang dimulai dari tahun 1995 sampai dengan tahun anggaran 2002. Adapun data yang dikumpulkan adalah data Produk Domestik Regional Bruto, jumlah penduduk secara keseluruhan di Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 1995-2002, dan data jumlah penduduk menurut kelompok pendapatan di Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 1995-2002. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Timur dan BKKBN Kabupaten Kotawaringin Timur. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Gini, Pendapatan Per Kapita, Head Count Index, dan Uji T. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin menunjukkan persentase pertumbuhan selama periode sebelum konflik antaretnis sebesar –7,58 persen dan selama periode setelah konflik antaretnis sebesar 26,37 persen. Produk Domestik Regional Bruto per Kapita menunjukkan persentase pertumbuhan selama periode sebelum konflik antaretnis sebesar –0,36 persen dan selama periode setelah konflik antaretnis sebesar 1,80 persen. Terdapat kecenderungan penurunan dalam nilai Indeks Gini antara rata-rata sebelum konflik etnis dan setelah terjadinya konflik etnis. Hasil-hasil uji T menunjukkan bahwa krisis ekonomi tidak memberikan dampak yang signifikan baik pada pendapatan per kapita, Head Count Index, maupun pada Indeks Gini. Demikian juga konflik antaretnis di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak memberikan dampak yang signifikan baik pada pendapatan per kapita, dan Head Count Index. Namun demikian, terjadi penurunan yang signifikan dalam indeks Gini di Kabupaten Kotawaringin Timur pada periode setelah konflik antaretnis di Kabupaten Kotawaringin Timur.
This research attempts to analyze the growth of poverty in East Kotawaringin Regency before and after ethnical riot. This research also analyzes whether there’s an increase in poverty and inequality during economic crisis and ethnical riots. The data used in the research are annual time series data (secondary data) from the year 1995 until 2002. It consists of Gross Regional Domestic Product, population and the population based on income group in East Kotawaringin Regency uring 1995 – 2002. The analysis method applied in this research is Gini Index, Per Capita Income, Head Count Index, and T-Test. The result of analysis shows that the growth of total poor population before ethnical conflict is –7,58 percent and after ethnical conflict is 26.37 percent. The growth of Per Capita Gross Regional Do mestic Product before ethnical conflict is –0.36 percent and after ethnical conflict is 1.80 percent. There’s decreasing trend in Gini Index before and after ethnical conflict. The result of T-test shows that economic crisis has no significant effect to per capita income, Head Count Index, and Gini Index. Ethnical conflict also has no significant effect per capita income and Head Count Index. However, there’s a significant decrease in Gini Index of East Kotawaringin Regency after ethnical conflict in East Kotawaringin Regency.
Kata Kunci : Pendapatan dan Kemiskinan,Krisis Moneter dan Konflik Etnis