Laporkan Masalah

Evaluasi Keberlanjutan Program KOTAKU di Kota Banjarbaru Berdasarkan Multidimensional Scaling Rapid Appraisal for Sustainability

Rindiani Amelia, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.

2023 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) adalah sebuah program yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2016 untuk menangani permukiman kumuh yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan progresif di kota-kota besar Indonesia. Melalui Program KOTAKU, diharapkan pemerintah dapat menyediakan permukiman layak huni yang berkelanjutan sesuai dengan SDGs tujuan ke sebelas. Melihat pertumbuhan perkotaan yang cukup pesat, penelitan ini bertujuan mengevaluasi dan memberikan rekomendasi kebijakan Program KOTAKU di Kota Banjarbaru berdasarkan analisis SWOT dan indeks keberlanjutan Multidimensional Scaling Rapid Appraisal for Sustainability. Teknik analisis SWOT digunakan untuk menganalisis dimensi ekonomi, sedangkan MDS-RAPFISH digunakan untuk mengukur indeks keberlanjutan Program KOTAKU pada tiga dimensi yaitu dimensi perumahan, fasilitas umum, dan lingkungan. Hasil analisis SWOT dimensi ekonomi pada penelitian ini menunjukkan lebih banyak kelemahan dibandingkan kekuatan. Hasil pengukuran MDS-RAPFISH menunjukkan rata-rata indeks keberlanjutan pada tiga dimensi (perumahan, fasilitas umum, dan lingkungan) sebesar 64,73 atau masuk ke dalam kategori cukup berkelanjutan.

The KOTAKU (City Without Slums) program is a program initiated by the KOTAKU (City Without Slums) program is a program initiated by the Ministry of Public Works, Directorate General of Cipta Karya in 2016 to address slums that continue to grow along with progressive growth in Indonesia's major cities. Through the KOTAKU Program, it is hoped that the government can provide sustainable habitable settlements following SDGs goal eleven. Seeing the rapid urban growth, this study aims to evaluate and provide policy recommendations for the KOTAKU Program in Banjarbaru City based on the Multidimensional Scaling Rapid Appraisal for Sustainability sustainability index. The SWOT analysis technique was used to analyze the economic dimension, while the MDS-RAPFISH was used to measure the KOTAKU Program sustainability index on three dimensions, namely the dimensions of housing, public facilities and the environment. The results of the SWOT analysis of the economic dimension in this study show more weakness compared to strength. The results of the MDS<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]-->RAPFISH measurements show an average sustainability index in three dimensions (housing, public facilities, and the environment) of 64.73 or is included in the moderately sustainable category.Keywords

Kata Kunci : Program KOTAKU; Evaluasi; Keberlanjutan; Kota Banjarbaru

  1. D4-2023-440989-abstract.pdf  
  2. D4-2023-440989-bibliography.pdf  
  3. D4-2023-440989-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2023-440989-title.pdf