Rencana pengembangan pariwisata dengan model wisata pedesaan di Kabupaten Lombok Tengah
AFANDI, Ilham, Dr. Masykur Wiratmo, MSc
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi di tiap kecamatan, menentukan sentral dan model pengembangan wisata pedesaan. Dari sembilan kecamatan, ditetapkan enam sentral pengembangan wisata pedesaan. Desa Sukara dengan daya tarik kerajinan tenun gedongan yang berciri khas menggunakan benang mas dan model pengembangan yaitu interaksi langsung, di mana para wisatawan dimungkinkan untuk menginap, Desa Penujak dengan daya tarik kerajinan gerabah dan model pengembangan adalah interaksi setengah langsung yaitu para wisatawan tidak bertujuan untuk menginap melainkan hanya singgah sementara waktu, Desa Kuta dengan daya tarik pantai berpasir putih dan model pengembangan selama ini yaitu interaksi langsung, Desa Beleka dengan daya tarik kerajinan ketak dan ukiran, model pengembangan yaitu interaksi setengah langsung, Desa Wajegeseng dengan daya tarik air terjun Nyeredep yang diyakini dapat meyembuhkan segala penyakit dan model pengembangan yaitu interaksi setengah langsung, Desa Aik Bukak dengan model pengembangan interaksi langsung memiliki daya tarik wisata berupa air terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu yang diyakini dapat menyuburkan rambut. Pada lokasi ini terdapat jalan setapak menuju Gunung Rinjani dan merupakan jalan terdekat dibandingkan melalui Kabupaten Lombok Barat maupun Kabupaten Lombok Timur. Di samping itu, dalam penelitian ini telah ditetapkan tiga jalur wisata yaitu jalur satu meliputi Desa Ubung, Sukara dan Penujak, Jalur dua meliputi Desa Rambitan, Kuta, Mawun, Mawi dan selong Belanak, Jalur tiga meliputi Desa Gerupuk, Aan, Beleka, Wajegeseng dan Aik Bukak. Skenario yang perlu dilakukan dalam rencana pengembangan wisata pedesaan adalah pemberdayaan masyarakat lokal, peningkatan kualitas obyek wisata, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan jalur wisata dan paket wisata serta promosi dan publikasi. Dengan berkembangnya wisata pedesaan, diharapkan akan meningkatkan lama menginap para wisatawan yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah.
This research aim to identify potency in every district, determining central and model development of rural wisata. From nine District, specified six central of development of rural tourism. Countryside of Sukara with interesting of crafting of Weave of Gedongan which is have individuality to use yarn of gold development model and that is direct interaction, where conducive tourists to lodge, Countryside of Penujak with fascination crafting of Gerabah and development model are direct half interaction that is tourists not aim to to lodge but only halting-place the time being, Countryside of Kuta with coastal fascination sand to turn white and development model during the time that is direct interaction, Countryside of Beleka with energy of crafting of Ketak and Engraving, model development that is direct half interaction, Countryside of Wajegeseng with waterfall fascination of Nyeredep believed can isn’t it all development model and disease that is direct half interaction, Countryside of Aik Bukak with model development of direct interaction have fascination of wisata in the form of Yarn waterfall of Setokel and Yarn Mosquito net believed can fertilize hair. At location there are footpath to Mount of Rinjani and is road;street of near at compared to pass Sub-Province Lombok island West and Sub-Province Lombok island East. Beside that, in this research have been specified three path of tours that is path one covering Countryside of Ubung, Sukarara and of Penujak, Path two covering Countryside of Rambitan, Kuta, Mawun, Mawi and of selong Belanak, Path three covering Countryside of Gerupuk, Aan, Beleka, Wajegeseng and of Aik Bukak. Scenario which need to be conducted in plan development of rural tours is enableness of local society, improvement of quality of tours object, development of human resource, development of path of tours package and of tours and also and promotion of publication. Expanded him of tours rural, expected will improve lodge all tourists which finally can improve earnings of government and society.
Kata Kunci : Pembangunan Ekonomi,Pariwisata Pedesaan, Development Plan, Tours Model, Rural Tours