Pusat Kesejahteraan Sosial bagi Lansia di Yogyakarta dengan Pendekatan Universal Design
Arina Nasriana Rohmah, Ir. Ikaputra, M. Eng., Ph. D.
2023 | Skripsi | ARSITEKTUR
Berdasarkan
data sensus penduduk tahun 2020, populasi penduduk lansia di Yogyakarta
mengalami peningkatan menjadi 15,75%, dibandingkan data
tahun 2010. Meski hal ini menunjukkan tingkat harapan hidup lansia Yogyakarta tinggi,
namun banyaknya populasi lansia akan menjadi tantangan tersendiri bagi
pembangunan di wilayah ini. Jika tidak ditangani dengan baik, justru dapat
menimbulkan permasalahan baru. Sementara itu, stigma yang berkembang terkait
lansia adalah pribadi yang lemah dan kurang produktif. Perubahan-perubahan yang
terjadi pada pribadi lansia cenderung membuat mereka memerlukan bantuan orang
lain dalam melaksanakan aktivitas kesehariannya. Namun jika dikaji lebih
lanjut, salah satu faktor yang membuat lansia kurang produktif bukan hanya dari
perubahan yang terjadi pada dirinya melainkan dampak dari perubahan tersebut
terhadap kesejahteraan sosialnya. Lansia merasa kesepian karena mereka berfikir
dengan kebutuhan mereka yang kini berbeda, mereka diasingkan oleh
lingkungannya.
Pusat kesejahteraan
sosial ini dirancang untuk lansia dengan mempertimbangkan desain bangunan dan
aktivitas yang dapat mereka lakukan di dalamnya sehingga mendorong lansia untuk
bergerak aktif dengan nyaman dan aman. Perancangan bangunan ini berfokus untuk
membantu lansia meningkatkan kualitas hidupnya dan menjadi lansia tangguh yang
SMART (Sehat,
Mandiri, Aktif, pRoduktif, dan bermartabaT).
Based on population census
data for 2020, the elderly population in Yogyakarta has increased to 15.75%,
compared to data in 2010. Although this indicates a high life expectancy for
Yogyakarta's elderly, the large elderly population will pose a challenge for
development in this region. If not handled properly, it can actually cause new
problems. Meanwhile, the stigma associated with the development of the elderly
is a weak and less productive person. The changes that occur in the elderly
tend to make them need help from other people in carrying out their daily
activities. However, if studied further, one of the factors that makes the
elderly less productive is not only the changes that occur to them but the
impact of these changes on their social welfare. The elderly feel lonely
because they think that with their now different needs, they are alienated by
their environment.
This social welfare center
is designed for the elderly by considering the design of the building and the
activities they can do in it so as to encourage the elderly to be active
comfortably and safely. The design of this building focuses on helping the
elderly improve their quality of life and become resilient seniors who are
SMART (Healthy, Independent, Active, Productive and Dignified).
Kata Kunci : arsitektur kesehatan, desain universal, lansia, pusat kesejahteraan sosial, elderly, senior, social welfare center, wellness architecture, universal design