PERKEMBANGAN POPULASI Aphis glycines PADA ENAM VARIETAS KEDELAI HITAM (Glycine max)
Gilang Syahrizal Mahmadi, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P.
2023 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Kedelai hitam (Glycine max) banyak dibudidayakan di Indonesia karena manfaatnya yang banyak. Kutu daun kedelai (Aphis glycines) merupakan hama pada kedelai yang sangat merugikan dan dapat ditemukan hampir di seluruh pertanaman kedelai di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan 6 varietas kedelai hitam terhadap perkembangan populasi Aphis glycines. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 ulangan dengan 6 varietas kedelai hitam dan 5 varian kedelai hitam Mallika. Pengamatan dilakukan dalam interval 7 hari hingga 14 minggu setelah tanam. Parameter pengamatan terdiri dari pertumbuhan tanaman, pertumbuhan akar, dan populasi A. glycines. Hasil menunjukkan hasil yang beda nyata terhadap jumlah daun, jumlah polong, dan jumlah biji pada varian Mallika nomor 8 dan Mallika nomor 9. Ditemukan juga hasil beda nyata pada parameter bobot per 100 biji pada varietas Mallika dan Detam 1. Varian Mallika nomor 4, Mallika nomor 8, Mallika nomor 9, dan varietas Detam 4 memberikan hasil yang beda nyata terhadap populasi A. glycines. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pemilihan varietas kedelai hitam unggul dalam upaya pengendalian OPT terutama Aphis glycines.
Black soybean (Glycine max) is widely cultivated in Indonesia due to its numerous benefits. The soybean aphid (Aphis glycines) is a highly damaging pest to soybeans and can be found in almost all soybean plantations in Indonesia. This study aimed to determine the effect of using six varieties of black soybean on the population development of Aphis glycines. The experimental design employed was a Completely Randomized Design with six replications using six varieties of black soybean and five variants of Mallika black soybean. Observations were conducted at intervals of 7 days up to 14 weeks after planting. The observed parameters consisted of plant growth, root growth, and A. glycines population. The results showed significant differences in the number of leaves, number of pods, and number of seeds in Mallika variant number 8 and Mallika variant number 9. Significant differences were also found in the weight per 100 seeds parameter in Mallika and Detam 1 varieties. Mallika variant number 4, Mallika variant number 8, Mallika variant number 9, and Detam 4 variety exhibited significant differences in the population of A. glycines. Further research is needed regarding the selection of superior black soybean varieties in efforts to control pests, especially Aphis glycines.
Kata Kunci : Kedelai hitam, Aphis glycines, Mallika, Detam, Cikuray