MOTIVASI ANGGOTA KELOMPOK TANI HUTAN PENGHIJAUAN MAJU BERSAMA DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI KPH WILAYAH I STABAT, SUMATERA UTARA
Asy Syifa Nurul Aqromah, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut, M.P.
2023 | Skripsi | KEHUTANAN
Hutan mangrove adalah tipe hutan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan memberi dampak langsung kepada masyarakat yang tinggal di pesisir. Pengelolaan hutan mangrove didasari oleh suatu motivasi yang dimiliki anggota KTH, sehingga motivasi berperan penting dalam keberlangsungan pengelolaan hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pengelolaan hutan mangrove yang dilakukan KTH, mengidentifikasi motivasi anggota KTH dalam pengelolaan hutan mangrove, dan merumuskan keterkaitan motivasi dengan tindakan pengelolaan hutan mangrove oleh KTH.
Penelitian ini dilakukan di KTH Penghijauan Maju Bersama, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam terhadap informan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman (1992).
Pengelolaan hutan mangrove oleh KTH Penghijauan Maju Bersama meliputi kelola kawasan, kelola lembaga, dan kelola usaha. Kelola kawasan berupa pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pengawasan. Kelola lembaga berupa pertemuan rutin anggota, mengikuti program rehabilitasi, dan sekolah lapang. Kelola usaha berupa pengolahan keripik ikan. Pengelolaan hutan mangrove oleh anggota KTH didasari oleh motivasi kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan penghargaan. Motivasi anggota KTH dalam mengelola hutan mangrove sudah mencapai tahapan motivasi kebutuhan penghargaan. Motivasi berkaitan erat dengan tindakan pengelolaan hutan yang dilakukan oleh anggota KTH. Motivasi membuat anggota KTH tergerak untuk melakukan tindakan-tindakan pengelolaan hutan mangrove sebagai upaya mencapai tujuan yang akan dicapai.
Mangrove forest is a type of forest that is affected by tides and has a direct impact on people living on the coast. Mangrove forest management is based on a motivation owned by KTH members, so that motivation plays an important role in the sustainability of mangrove forest management. The purpose of this study is to identify the management of mangrove forests carried out by KTH, identify the motivations of KTH members in managing mangrove forests, and formulate the linkages of motivation with the actions of managing mangrove forests by KTH.
This research was conducted at the KTH Penghijauan Maju Bersama, Pasar Rawa Village, Gebang District, Langkat Regency, North Sumatra. The approach used is qualitative case study method. Data collection was carried out by means of observation, in-depth interviews with informants, and documentation studies. Data analysis used a qualitative descriptive analysis method and qualitative data analysis according to Miles and Huberman (1992).
Mangrove forest management by KTH Penghutanan Maju Bersama includes area management, institutional management, and business management. Manage the area in the form of nurseries, planting, maintenance, and supervision. Manage the institution in the form of regular member meetings, participating in rehabilitation programs, and field schools. Manage a business in the form of processing fish chips. The management of mangrove forests by KTH members is based on the motivation of physiological needs, security needs, social needs, and appreciation needs. KTH members' motivation in managing mangrove forests has reached the stage of motivation needs appreciation. Motivation is closely related to forest management actions carried out by KTH members. Motivation makes KTH members move to take actions to manage mangrove forests as an effort to achieve the goals to be achieved.
Kata Kunci : pengelolaan, hutan mangrove, motivasi, KTH; management, mangrove forest, motivation, KTH