Laporkan Masalah

Studi pola perkembangan wilayah ditinjau dari aspek keruangan properti dan nilai tanah di Kota Surabaya :: Studi keruangan Kota Surabaya

MUNDUNG, Ferdinand Andrias, Prof.Dr. Arief Ramelan Karseno, MA

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dan arah perkembangan properti industri, perumahan, pertokoan dan nilai tanah di Kota Surabaya dan menganalisis pengaruh aspek keruangan terhadap pola dan arah perkembangan properti industri, perumahan, pertokoan dan nilai tanah di Kota Surabaya. Data variabel yang digunakan adalah data kerat lintang (cross section data) yang diambil secara sampel bertujuan (purposive sampling) di Kota Surabaya atas wilayah yang memiliki industri besar dan menengah, pertokoan dan perumahan yang mempunyai daya listrik di Kota Surabaya pada tahun 2001 dan nilai tanah pada tahun 2002. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian. Pertama, analisis spasial yang terdiri dari, analisis kontur, analisis sistem informasi geografi dan analisis kecocokan kurva permukaan (curve fit analysis). Kedua, analisis tren permukaan (trend surface analysis). Hasil analisis kontur dengan metode interpolasi mengindikasikan kepadatan properti industri berada pada empat kecamatan dan terletak di pinggiran Kota Surabaya, untuk pertokoan mengindikasikan terdapat tiga titik kepadatan yang terletak di pinggiran kota dan pada pusat kota, serta hasil analisis kontur untuk perumahan mengidentifikasikan kepadatan terletak di daerah pinggiran kota dan dekat dengan pusat kota dan untuk nilai tanah menunjukkan ketinggian nilai tanah pada satu titik yaitu pada Surabaya pusat. Hasil dari analisis sistem informasi geografi menunjukkan kecamatan yang kepadatan properti industri sangat tinggi cenderung berada di pinggiran kota, sedang yang lainnya cenderung menyebar hampir pada setiap kecamatan, kecamatan yang kepadatan properti pertokoan sangat tinggi cenderung berada di dekat pusat kota dan berada di tengah kepadatan properti perumahan dan industri, sedang yang lainnya cenderung menyebar pada Surabaya timur, kecamatan yang kepadatan properti perumahan sangat tinggi cenderung berada di dekat kecamatan yang padat akan properti industri, terutama berada di Surabaya timur, utara dan pusat. Kecamatan yang nilai tanahnya sangat tinggi cenderung mengelompok di Surabaya pusat, sedang yang lainnya cenderung menyebar terutama pada Surabaya utara kemudian merendah ke arah selatan, timur dan barat. Hasil analisis kurva fit untuk nilai tanah menunjukkan arah perkembangan kuadratik dengan berpola monosentrik (satu titik pusat). Hasil dari analisis trend surface untuk perindustrian menunjukkan pola perkembangan kuadratik yang membentuk pola konsentrik (lebih dari satu titik pusat) yang berarti perkembangan properti industri ke arah Tenggara-barat Laut dan Timur laut-barat daya, analisis trend surface untuk properti pertokoan dan perumahan menunjukkan pola perkembangan linear ke arah Utara-selatan dan Timur-barat. Trend surface untuk nilai tanah menunjukkan pola perkembangan kuadratik. Ini menunjukkan, perkembangan nilai tanah membentuk pola monosentrik dengan satu titik pusat dan nilai tanah tertinggi berada di pusat kota (Surabaya pusat).

This research aims to analyze pattern and instruct the growth of industrial property, commercial property, residential property and land value at Surabaya city, and analyze the influence of geography’s aspect to pattern and instruct the growth of industrial property, commercial property, residential property and land value at Surabaya city. Variable data used by cross sectional data what is obtained trough purposive sampling at Surabaya city constrained in large and medium scale industries and its workers minimum 20 employment, retail property (commercial property) and residential property having electricity at Surabaya city in the year 2001 and land value at Surabaya city in the year 2002. The analysis method uses in this research divided in two sections. First is spatial analysis, consisted of the, contour analysis, geography information system and curve fit analysis. Second is trend surface analysis. Result from contour analysis with interpolation method have indicates that density of industrials property have four peak point (sub district) location and located in boundary of Surabaya city, for the commercial property of indication of there are three density dot which is located in town boundary and at downtown (Central Business District) central Surabaya, and also result of contour analysis for the residential property of to identify the density of located in town outskirts and at downtown, and land value indicate from contur analysis show the high land value be at Central Surabaya. Result from geography information system show the subdistrict which industrial density properti very high tend to to reside in the town boundary, the other is tend to disseminate almost in each subdistrict, subdistrict which density of properti shop very high tend to to reside in the near by downtown and reside in in the middle of density of properti housing, the other is tend to disseminate at East Surabaya, subdistrict which density of properti housing very high tend to to reside in the near by solid subdistrict of industrial properti, especially reside in the East Surabaya and center. Subdistrict which assess its land (land value); ground is very high tend to group in surabaya center the, the other of medium tend to disseminate especially at downhill North Surabaya later; then toward south, east and west. Result of analysis of curve fit instruct the growth assess the land (land value) show the pattern of growth kuadratik. Result from analysis trend surface for the industry of to show the pattern of growth kuadratik forming konsentrik with interest from one dot center and degradation sum up the industrial properti toward east and improvement toward west, regresi for the properti of shop and housing show the pattern of linear growth. In general, growth of properti of shop and housing of pursuant to pattern walke the town of surabaya and contiguity to industrial properti. regresi (trend surface) to assess the land;ground show the pattern of growth kuadratik. This show the, growth assess the land;ground form the pattern monosentrik with one dot center and assess the highest land;ground reside in the downtown.

Kata Kunci : Perkembangan Wilayah,Properti dan Nilai Tanah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.