Laporkan Masalah

From Text to Screen: The Transformation from Sherlock Holmes to Sherlock

Nadine Kusuma Pangastuti, Prof. Ida Rochani Adi, S.U.

2023 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Tesis sarjana ini adalah studi mengenai beberapa pilihan karya adaptasi serial TV Sherlock yang disutradarai oleh Steven Moffat dan Mark Gattiss yang berjudul A Study in Pink, A Scandal in Belgravia dan The Reichanbach Fall dan membandingkanya dengan karya asli dari Sir Conan Arthur Doyle yang berjudul A Study in Scarlett, A Scandal in Bohemia, dan The Final Problem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu sejauh mana suatu karya yang dipublikasikan pada abad Victorian dapat bertahan dan berinovasi ke dalam latar waktu modern. Dengan menerapkan teori adaptasi oleh Linda Hutcheon (2006) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serial TV Sherlock dapat bertahan walaupun menggunakan latar waktu yang berbeda. Cerita detektif ini sukses diadaptasi karena mempertahankan konvensi cerita aslinya dan berinovasi untuk dapat relevan dan dapat dinikmati oleh penonton yang tidak pernah membaca karya asli Sherlock Holmes sekalipun. Pertama, konvensi cerita Sherlock Holmes dapat dilihat dari pengenalan detektif dan sahabatnya, pengenalan ini adalah kunci utama yang digunakan untuk merelevansikan bagaimana petualangan dari keduanya dapat dinikmati baik oleh pembaca karya asli maupun penonton baru. Kedua, penggunaan Irene Adler sebagai satu-satunya tokoh perempuan yang mendapatkan peranan penting sebagai musuh dari detektif ini menarik bagi pembaca karena perempuan dalam cerita detektif biasanya tidak memiliki peran yang signifikan, selain itu mempertahankan Moriarty sebagai musuh utama dari cerita Sherlock Holmes yang digambarkan  sebagai tokoh yang memiliki kekuatan yang sama dengan pemeran utamanya bertujuan untuk membuat cerita detektif ini mempunyai musuh yang setara dengan pemeran utamanya. Kedua inovasi-inovasi yang digunakan pada serial TV ini bertujuan untuk merelevansikan apa yang terjadi di masa Victorian agar dapat relevan dengan era modern, selain itu merepresentasikan kelompok LGBTQ+ dengan memasukkan isu terkait seksualitas dari para tokoh, walaupun tidak secara inklusif memberi ruang positif pada kelompok tersebut, tetapi isu ini berhasil untuk menarik perhatian dari kelompok tersebut untuk dapat menikmati maupun mengkritik serial TV Sherlock. Bagaimanapun juga, perempuan yang sebelumnya diharapkan mendapatkan peran yang setara dengan tokoh utamanya pada akhirnya tetap digambarkan sebagai subjek yang inferior. Dengan mempertahankan konvensi dan berinovasi, karya adaptasi Sherlock menjadi sebuah karya serial TV berhasil menunjukkan citra baru pada cerita detektif pada era modern.

This undergraduate thesis is a study of the selected adaptation of the Sherlock TV series directed by Steven Moffat and Mark Gatiss under the titles A Study in Pink, A Scandal in Belgravia and The Reichenbach Fall. This study compares the adaptation work with Sir Conan Arthur Doyle’s original masterpieces; A Study in Scarlett, Scandal in Bohemia, and The Final Problem. This research aims to discover how far a work published in the Victorian century survived and modified in a modern setting. By applying the adaptation theory from Linda Hutcheon (2006) the results of this study show that the Sherlock TV series successfully adapted because it maintains the conventions of the original story. The transformation is used to make it relevant and enjoyable for audiences who have never read the original work of Sherlock Holmes. First, the conventions of Sherlock Holmes’s stories can be seen from the introduction of the detective and his side-kick. This introduction is the primary key to getting the relevancy of how readers of the original and the adaptation can enjoy the adventures. Second, the use of Irene Adler as the only female character who gets an important role as the detective’s villain is interesting for readers because women in detective stories usually do not have a significant role. However, keeping Moriarty as the arch-enemy of detective stories gives the cliffhanger effect and aims to make this detective story have an equal enemy to the main character. The inventions used in this TV series aim to see what happened in the Victorian era so that it can be relevant to the modern setting. Nonetheless,  representing LGBTQ+ groups by incorporating issues related to character sexuality, although not inclusively providing positive space for the group, yet this issue managed to attract the attention of the group to enjoy and criticize Sherlock as TV series. However, in the end, the woman who was previously expected to get an equal role is still portrayed as an inferior subject. To this extent, by maintaining the convention and inventions of Sherlock Holmes,  Sherlock, as an adaptation of the TV series, succeeded in presenting a new image for detective stories in the modern era.

Kata Kunci : detective story, adaptation, formula, genre, woman villain, LGBTQ+, TV Series

  1. S1-2023-394791-abstract.pdf  
  2. S1-2023-394791-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-394791-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-394791-title.pdf