Pengaruh Pemberian Kompos Blok dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mangium (Acacia mangium) di Kawasanan Karst, Karangasem, Ponjong, Gunungkidul
Antonius Danang Frans Putra Pamungkas, Dr.Ir. Daryono Prehaten, S.Hut., M.Sc., IPM ; Dr. Ir Handojo Hadi Nurjanto, M.Agr.Sc., IPU
2023 | Skripsi | KEHUTANAN
Kawasan karst
Gunungsewu dikenal sebagai
daerah yang sering mengalami kekeringan dan minim unsur hara sehingga menyebabkan terhambatnya
kegiatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa
Karangasem. Ponjong, Gunungkidul, yang masih termasuk ke dalam kawasan karst
Gunungsewu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos
blok dan mikoriza terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter serta persentase
hidup dari tanaman mangium (Acacia mangium)
Rancangan penelitian
dilakukan dengan menggunakan rancangan RCBD (Randomized Complete Block
Design), dimana terdapat 3 blok dengan masing-masing blok terdapat 16
treeplot dan 5 ulangan pada setiap treeplot dalam bentuk line plot.
Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen faktorial dengan 2 variabel yakni
kompos blok dan mikoriza, dimana masing-masing variabel memiliki 4 perlakuan
sebagai berikut variabel kompos blok memiliki perlakuan kontrol, kompos blok
0,5 kg, kompos blok 1 kg, dan kompos blok 1,5 kg, sedangkan variabel mikoriza
memiliki perlakuan kontrol, mikoriza 1, mikoriza 2, dan mikoriza 3. Analisis
data dilakukan dengan menggunakan software SPSS dengan uji ANOVA dan uji pasca
ANOVA menggunakan tes DMRT untuk sumber varian yang signifikan.
Hasil penelitian
menunjukan bahwa pemberian kompos blok dan mikoriza tidak memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman mangium (Acacia mangium),
namun terdapat kecenderungan bahwa kombinasi antara kompos blok 0,5 kg dan
mikoriza 1 memberikan hasil pertumbuhan tinggi terbaik yaitu sebesar 20,442 cm,
kombinasi antara kompos blok dan mikoriza 3 memberikan hasil pertumbuhan
diameter terbaik yaitu sebesar 0,423 cm. Pemberian kompos blok dan
mikoriza tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman Mangium
sehingga penggunaannya dalam kegiatan rehabilitasi terutama skala besar perlu
memperhatikan faktor lain seperti biaya untuk efesiensi kegiatan rehabilitasi.
The Gunungsewu karst area is known as an area that frequently experiences
drought and lacks nutrient elements, which hampers community activities. This
research was conducted in Karangasam Village, Ponjong, Gunungkidul, which is
still part of the Gunungsewu Karst area. The purpose of this study was to
determine the effects of block compost and mycorrhiza on the height and
diameter growth, as well as the percentage of live plants of Acacia mangium.
The research design used a Randomized Complete Block Design (RCBD), consisting
of 3 blocks with 16 tree plots in each block and 5 replications for each tree
plot in the form of a line plot. This study employed a factorial experiment
design with 2 variables, namely block compost and mycorrhiza. Each variable had
4 treatments: the block compost variable had control treatment, 0.5 kg block
compost, 1 kg block compost, and 1.5 kg block compost, while the mycorrhiza
variable had control treatment, mycorrhiza 1, mycorrhiza 2, and mycorrhiza 3.
Data analysis was performed using SPSS software with ANOVA and post-ANOVA tests
using the DMRT test for significant sources of variation.
The results of the study showed that the application of block compost and
mycorrhiza did not have a significant effect on the growth of Acacia mangium.
However, there was a tendency that the combination of 0,5 kg block compost and
mycorrhiza 1 yielded the highest height growth of 20,442 cm, while the
combination of block compost and mycorrhiza 3 resulted in the best diameter
growth of 0,423 cm. The application of block compost and mycorrhiza did not
have a significant impact on the growth of Mangium plants, so their use in
rehabilitation activities, especially on a large scale, needs to consider other
factors such as cost for rehabilitation efficiency.
Kata Kunci : Kawasan Karst, Kompos Blok, Mikoriza, Acacia mangium