Simulasi standar analisa belanja (SAB) dalam penyusunan anggaran daerah di Pemerintah Kota Tangerang Tahun Anggaran 2004 :: Studi kasus pada Subdin Pemberdayaan Sekolah dan Ketenagaan Dinas P
PAMUNGKAS, Warso Hari, Drs. Akhmad Makhfatih, MA
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPengeluaran anggaran daerah haruslah berdasarkan pada kewajaran ekonomi, efisien dan efektif (value for money). Dengan menggunakan pendekatan tersebut, anggaran daerah akan lebih transparan, adil dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini juga berlaku bagi Pemerintah Kota Tangerang. Permasalahan pokok yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Tangerang sekarang ini adalah belum tersedianya standar analisis belanja dalam pengalokasian anggaran belanja kepada masing-masing unit kerja dalam struktur organisasi Pemerintah Daerah Kota Tangerang yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba melakukan simulasi penghitungan standar analisis belanja terhadap belanja pemerintah, dengan mengambil salah satu bagian pada unit kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang untuk tahun anggaran 2004. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana mengukur dan menghitung anggaran belanja pada Subdin Pemberdayaan Sekolah dan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang yang secara garis besar mengacu pada pengembangan Standar Analisa Belanja (SAB) mikro yaitu penentuan standar plafon/batas atas belanja, sehingga tercapai nilai wajar dan mampu meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan dan akuntabilitas pada publik. Dari penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan simulasi dalam menentukan standar analisa belanja maka aspek penting dalam prosesnya adalah dimulai dengan memahami tugas pokok dan fungsi unit kerja hingga ke dalam tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, satuan ukur, biaya rata-rata dan target kinerja. Dari hasil simulasi ini dapat diketahui standar analisa belanja tiaptiap aktivitas yang dilakukan pada Subdin Pemberdayaan Sekolah dan Ketenagaan masih belum optimal, yaitu adanya overlapping pembiayaan beberapa sektor tertentu sehingga terjadi inefisiensi belanja. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian, disarankan agar pengelolaan keuangan daerah berdasarkan pendekatan kinerja yang lebih menekankan pada pengukuran hasil kerja dengan melihat value for money. Hal ini perlu dikembangkan oleh setiap unit kerja Pemerintah Daerah Kota Tangerang sehingga didapat anggaran belanja yang ideal.
Expenditure area budget shall pursuant to economic equity, effective and efficient (value for money). By using the approach, area budget will be more be transparent, accountable and fair. This matter also go into effect for Government of Town Tangerang. Fundamental problems faced by Government of Town Tangerang this time is not yet made available of standard spending assessment in budget allocation to each unit work in organization chart of Local Government of Town Tangerang matching with fundamental duty and its function. To overcome this problems, this research try to conduct the simulation of standard spending assessment, by taking one part of unit work on Education and Culture Departement of Town Tangerang for the year of budget 2004. Fundamental problems in this research is how to measure and count the budget of Subdin of School Enableness and Energy on Education and Culture Departement of Town Tangerang which marginally relate at Standard Spending Assessment (Micro SSA) that is determination of plafond standard for expense, so that reached the fair value and able to improve the performance of area finance management in fulfilling requirement of service and public accountability. From research conducted, can be taken the conclusion that with the simulation in determining standard spending assessment hence important aspect in course of its is started by comprehending fundamental duty and unit function work till into target and target which wish reached, set of measure, average-cost and performance goals. From this simulation result is knowable of standard spending assessment of every activity done at Subdin of School Enableness and Energy still not yet optimal, that is the existence of overlapping defrayal of some certain sector so that happened the inefisiensi expense. Based on the result obtained from research, suggested that Management of area finance more emphasizing at performance approach of job measurement seenly value for money. It need to be developed by every work unit of Local Government of Town Tangerang so that got an ideal budget.
Kata Kunci : Anggaran Daerah, Standar Analisa Belanja