Mengapa terjadi disparitas antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, 1986-2001
SUPRAYOGI, Dr. Mudrajat Kuncoro, M.Soc.Sc
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas dalam pendapatan per kapita antarkabupaten/kota di Jawa Barat selama periode tahun 1986 sampai dengan tahun 2001. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan disparitas dalam pendapatan per kapita antarkabupaten/kota di Jawa Barat selama periode tahun 1986 sampai dengan tahun 2001. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data jumlah penduduk dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Barat berdasarkan kabupaten/kota selama periode tahun 1986 sampai tahun 2001. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten serta dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat dan Banten. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kontribusi, analisis pertumbuhan dan analisis konvergensi absolut. Hasil analisis menunjukkan bahwa disparitas pendapatan per kapita terjadi di antara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Barat pada periode tahun 1986 sampai dengan tahun 2001. Disparitas ini ditunjukkan dengan koefisien regresi dari regresi yang diestimasi yang menunjukkan nilai negatif. Ini berarti bahwa daerah-daerah yang relatif miskin mempunyai pertumbuhan pendapatan per kapita yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan daerahdaerah yang relatif kaya. Dengan demikian, daerah miskin ini akan dapat mengejar ketertinggalannya dalam pendapatan per kapita. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia memberikan pengaruh juga yang besar terhadap analisis konvergensi. Tingkat pertumbuhan pendapatan per kapita ternyata juga dipengaruhi oleh krisis ekonomi. Dengan memasukkan variabel pendapatan per kapita pada saat krisis ekonomi, terlihat bahwa derajat konvergensi antar kabupaten/kota di Jawa Barat semakin besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa krisis ekonomi mempunyai pengaruh dalam menentukan tingkat konvergensi antarkabupaten/kota di Jawa Barat.
This research attempted to analyze the disparity in per capita income among regency/city in West Java during 1986 until 2001. This research also analyxed the factors causing the disparity in per capita income among regency/city in West Java during 1986 until 2001. The data used in the research are time series data (secondary data) consisting of population and Gross Regional Domestic Product (GDRP) of West Java Province in the period 1986 until 2001. These data were obtained from Statistical Center Bureau West Java and Banten Province and also from Regional Development Planning Bureau (Bappeda) West Java and Banten Province. The analysis method applied in this research was contribution, growth and absolute convergence analysis. The result of analysis showed that the per capita income disparity was happened among regency/city in West Java during 1986 until 2001 period. The disparity could be shown by the regression coefficients of estimated regression showing a negative sign. It meant that the poorer regions had a higher per capita income growth compared to richer regions. Therefore, the poorer regions will overstep their lower per capita income. The economic crisis happened in Indonesia had a significant effect to convergence analysis. The per capita income growth is influenced by the economic crisis. By entering the per capita income during economic crisis, it was shown that convergence level among regency/city in West Java is higher. Therefore, it could be concluded that economic crisis has significant effect in determination of convergence level among regency/city in West Java.
Kata Kunci : Pendapatan daerah,Disparitas Antar Kabupaten