Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan :: Studi Empiris Di Sulawesi Tengah,1996-2002
SARIANTO, Dr. Mudrajat Kuncoro, M.Soc.,Sc
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian “Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan: Studi Empiris Provinsi Sulawesi Tengah 1996-2002†ini bertujuan untuk: pertama, menganalisis posisi perekonomian; kedua, menemukenali subsektor ekonomi unggulan; ketiga, menganalisis spesialisasi antardaerah, dan keempat, menetapkan dua atau empat klasifikasi daerah di Provinsi Sulawesi Tengah dalam upaya terfokusnya perencanaan dan pembangunan. Data yang digunakan adalah data sekunder selama periode 1996-2002 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah. Alat nalisis yang digunakan adalah Tipologi Klassen, Location Quotient, Indeks Spesialisasi, Model Logit (Binary Logistic Regression), dan Multinomial Logistic Regression. Hasil penelitian analisis Tipologi Klassen di Provinsi Sulawesi Tengah terbagi dalam empat klasifikasi, di mana kawasan andalan terdiri dari tiga klasifikasi yaitu Kabupaten Morowali satu-satunya daerah yang termasuk kategori cepat maju dan cepat tumbuh, tiga daerah lainnya yakni Kota Palu, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Poso masuk kategori daerah maju tapi tertekan, sedangkan Kabupaten Tolitoli termasuk kategori daerah berkembang cepat. Analisis LQ menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota memiliki sektor unggulan. Hasil analisis indeks spesialisasi menunjukkan bahwa spesialisasi antardaerah kawasan andalan dan kawasan bukan andalan masih lemah. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa hanya variabel bebas pendapatan per kapita yang dapat diandalkan untuk memprediksi daerah kawasan andalan dan kawasan bukan andalan. Implikasi, analisis Location Quotient, Indeks Spesialisasi Regional, dan Model Logit menunjukkan bahwa penetapan kawasan andalan tidak dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan berdasarkan peraturannya. Ketiga alat analisis tersebut menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan dan spesialisasi regional bukan merupakan pertimbangan penetapan kawasan andalan di Provinsi Sulawesi Tengah. Acuan yang digunakan semata-mata hanya mengacu kepada prasyarat pendapatan per kapita dan subsektor unggulan, dengan demikian referensi yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan hanya berdasarkan pada pendapatan per kapita dan subsektor unggulan dimana pertumbuhan PDRB dan indeks spesialisasi tidak menjadi bahan pertimbangan. Klasifikasi daerah di Provinsi Sulawesi Tengah lebih baik dengan tetap menggunakan dua klasifikasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat, yaitu kawasan andalan dan kawasan bukan andalan daripada menggunakan empat klasifikasi menurut Tipologi Klassen berdasarkan hasil analisis Binary Logistic Regression dan Multinomial Logistic Regression selama periode pengamatan.
Research " Evaluate the stipulating of pledge area: Empirical Study of Middle Sulawesi Province between 1996 - 2002" this aim to: first, analysing economics position; second, recognizing economic sub-sector pre-eminent; third, analyzing interregional specialization; and fourth, specifying two or four classification area in Middle Sulawesi Province in the effort focused its planning and development. Data used is data secondary of during period 1996 - 2002 obtained from Statistical Center Body (BPS) and Body of Area Planning (BAPPEDA) Middle Sulawesi Province. Analyzer used by Classen Typology, Location Quotient, make an Index to the Specialization, Model the Logit (Binary Logistic Regression) and Multinomial Logistic Regression. Result of research analysis the Typology of Classen in Middle Sulawesi Province divisible in four classification, where pledge area consisted of three classification that is Regency Morowali of single area which is the inclusive of category quickly go forward and quickly grow, three other area that is Palu Town, Regency Banggai, and incoming Regency Poso categorize the area go forward but depressed, while Regency Tolitoli is inclusive of area category expand quickly. Analysis the LQ indicate that all regency/town own the pre-eminent sector. Results of analysis make an index to the specialization indicate that the interregional specialization area of pledge and area of non pledge still be weak. Result of analysis of regression logistics indicate that only free variable of earnings per capita which can be pledged for predicting of area of area of pledge and area of non pledge. Implication, analysis the Location Quotient, makes an Index to the Specialization regional, and Model the Logit indicate that the applying of pledge area cannot fulfill entire conditions specified by pursuant to its regulation. Third the analyzer indicate that the variable of growth and specialization regional of non representing consideration of stipulating of pledge area in Middle Sulawesi Province. Reference used solely only relate to earnings prerequisite per capita and pre-eminent sub-sector, thereby reference which is used as by base of policy intake only pursuant at earnings per capita and pre-eminent sub-sector where growth PDRB and make an index to the specialization do not become the consideration. Classification area in Middle Sulawesi Province is better fixed use two Classification which have been specified by a central government, that is area of pledge and area of non pledge of than using four classification of according to classen typology of pursuant to result analysis the Binary Logistic Regression and Multinomial Logistic Regression of during perception period.
Kata Kunci : Kawasan Andalan, Evaluasi Penetapan