Analisis Risiko Bencana Alam Menggunakan Algoritma Self Organizing Map (SOM)
Riqqah Risqiah Harunisa, Danang Teguh Qoyyimi, M.Sc., Ph.D.
2023 | Skripsi | STATISTIKA
Indonesia merupakan salah satu negara yang setiap tahunnya selalu
mengalami bencana. Menurut Bank Dunia tahun 2019, Indonesia termasuk dalam 35
negara dengan risiko kebencanaan tertinggi. Peran pemerintah sangat diperlukan
dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk dalam pendanaan. Namun, dana yang
dianggarkan masih minim dan tidak sebanding dengan besar risiko bencana. Oleh
karena itu, penting dilakukan pengelompokkan daerah untuk mengetahui
karakteristik risiko bencana di tiap daerah. Pembiayaan penanggulangan bencana
dapat disesuaikan dengan karakteristik risiko bencana yang dimiliki
masing-masing daerah. Algoritma analisis klaster yang digunakan adalah Self
Organizing Map (SOM). SOM merupakan salah satu metode Jaringan Syaraf
Tiruan yang tidak membutuhkan pengawasan atau target output dalam
pengelompokkan data. Data yang digunakan terdiri dari 10 variabel indikator
risiko bencana di 34 provinsi.
Indonesia is one of the countries
which always annually natural disasters. According to The World Bank 2019,
Indonesia is included in the 35 countries with the highest disaster risk. The
government’s role is very much needed in disaster management efforts, including
in funding. However, the disaster funds budgeted are still minimal and not
commensurate with the magnitude of the disaster risk. Therefore, it is
important to group regions to determine the characteristics of disaster risk in
each region. Disaster financing can be adjusted according to the disaster risk
characteristics of each region. The cluster analysis algorithm used is Self
Organizing Map (SOM). SOM is a method of Artificial Neural Networks that does
not require monitoring or target output in grouping data. The data used
consists of 10 disaster risk indicator variables in 34 provinces.
Kata Kunci : risiko bencana, self organizing map, pembiayaan bencana