Laporkan Masalah

Analisis kemampuan keuangan Kabupaten Tanggamus dalam melakukan pinjaman sebagai alternatif pembiayaan pembangunan

AZWAR, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA.,Akt

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan keuangan Kabupaten Tanggamus dalam melakukan pinjaman dan menganalisis kelayakan aspek keuangan dalam proyek pembangunan Pasar Kota Agung jika dibiayai dari dana pinjaman. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Kabupaten Tanggamus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data anggaran dan realisasi pendapatan serta belanja Kabupaten Tanggamus tahun 1997/1998 – 2002. Data diperoleh dari publikasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pemberdayaan Ekonomi, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kontribusi dan pertumbuhan, Debt Service Coverage Ratio, Batas Maksimum Pinjaman, analisis proyeksi, dan kelayakan proyek dengan analisis Profitability Index, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode penelitian, nilai angsuran maksimum menunjukkan rata-rata sebesar Rp5.253.047.532 dan batas maksimum pinjaman menunjukkan rata-rata sebesar Rp86.634.682.199. Analisis proyeksi menunjukkan bahwa total pendapatan daerah, total belanja wajib, dan batas maksimum pinjaman menunjukkan kecenderungan atau trend positif. Perhitungan kelayakan proyek pembangunan pasar Kota Agung menunjukkan bahwa dari sisi Benefit-Cost Ratio menunjukkan Profitability Index yang lebih besar daripada 1 (2,46) sehingga menguntungkan untuk dilaksanakan. Nilai Net Present Value (NPV) juga positif (Rp7.731.774.684) dengan Internal Rate of Return (IRR) adalah sebesar 26,573%. Periode pengembalian adalah sebesar 4,177 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kelayakan yang paling bagus dalam pembangunan pasar adalah bahwa pemerintah daerah berusaha meningkatkan retribusi pasar dengan cara menaikkan tarif retribusi sebesar 10% untuk tiap-tiap dua tahun, sehingga pendapatan dari retribusi menjadi meningkat sebesar 10% setiap dua tahun dan faktor lainnya dianggap tetap.

This research attempted to analyze the financial capability of Tanggamus Regency in debt collection and the financial feasibility in development project of Kota Agung Market if financed using debt fund. The object of this research was Tanggamus Regency. The data used in the research were time series data (secondary data) consisting of the regional income and expenditure budget and realization of Tanggamus Regency in the year 1997/1998 – 2002. Data was obtained from the publication of Local Financial Management Body, Local Development Planning Body, Economic Empowerment Body, and Statistical Center Body of Tanggamus Regency. The analysis method applied in this research were contribution and growth analysis, Debt Service Coverage Ratio, Debt Maximum Threshold, projection analysis and project feasibility analysis using profitability index, Net Present Value, Internal Rate of Return, and sensitivity analysis. The findings of this research indicated that during research period, the maximum installment on average was Rp5,253,047,532 and the debt maximum threshold was on average Rp86,634,682,199. Projection analysis showed that local total income, expenditure and debt maximum threshold had a positive trend. The feasibility analysis of Kota Agung Market development showed that the Benefit-Cost Ratio had profitability index more than 1 (2.46), so it’s feasible to do. The Net Present Value was positive (Rp7,731,774,684) and the Internal Rate of Return was 26.573%. Payback period is 4.177 years. Sensitivity analysis showed that the most feasible scenario in market development was that the government increased market retribution by 10% for every two years, so the income from market retribution increased 10% every two years and other factors was constant.

Kata Kunci : Keuangan Daerah,Biaya Pembangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.