Analisis komparasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Palangka Raya sebelum dan sesudah otonomi daerah
SARI, Cahaya Kumala, Drs. Rusdi Akbar, MSc
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palangka Raya serta pertumbuhan dan proporsi masing-masingk omponennya. Selain itu, penelitiani ni juga bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah dilihat dari efisiensi dan efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palangka Raya sebelum dan sesudah otonomi daerah. Adapun wilayahy ang dijadikano byek penelitiana dalah wilayahK ota Palangka Raya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data anggaran dan realisais pendapatan serta belanja daerah Kota Palangka Raya tahun 1998/1999 – 2002. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis efisiensi, analisis efektivitas dan pengukuran kinerja pendekatan empat kuadran dan Uji t. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa pendapatan yang berasal dari pemerintah yang lebih tinggi memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan daerah baik pada periode sebelum maupun setelah otonomi daerah. Belanja pegawai menunjukkan kontribusi paling besar terhadap total belanja daerah baik pada periode sebelum maupun setelah otonomi daerah. Tingkat pertumbuhan juga menunjukkan bahwa pendapatan yang berasal dari pemerintah yang lebih tinggi memberikan pertumbuhan rata-rata terbesar pada periode sebelum daerah maupun setelah otonomi daerah. Sektor transportasi menunjukkan pertumbuhan rata-rata terbesar pada periode otonomi daerah. Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa terjadi penurunan efisiensi anggaran pada periode otonomi daerah dibandingkan periode sebelum otonomi daerah yang ditunjukkan dengan semakin tingginya rasio efisiensi pada periode otonomi daerah. Hasil analisis efektivitas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan efektivitas anggaran pada periode otonomi daerah dibandingkan periode sebelum otonomi daerah yang ditunjukkan dengan semakin tingginya rasio efektivitas pada periode otonomi daerah. Matriks kinerja menunjukkan bahwa tingkat efisiensi kurang memberikan peningkatan yang berarti dalam output baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, karena justru dengan penurunan efisiensi, maka terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas output. Peningkatan kualitas input meningkatkan kualitas maupun kuantias output sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan kuantitas input terhadap kualitas dan kuantitas output adalah positif. Hasil analisis perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan antara periode sebelum otonomi daerah dengan periode otonomi daerah baik dalam hal efektivitas maupun efisiensi.
This research attempted to analyze the development of Regional Income and Expenditure Budget and their growth and proportion of each components. The research also attempted to analyze the performance of regional financial management in case of its efficiency and effectiveness in the period of before and after local autonomy. The object of this research was the City of Palangka Raya. The data used in the research were time series data (secondary data) consisting of the regional income and expenditure budget and realization of Palangka Raya City in the year 1998/1999 – 2002. The analysis method applied in this research were efficiencya nalysis,e ffectivenessa nalysis,f our quadrants performance measur and t-test. The findings of this research indicated that income from higher government has the highest contribution to regional total income both in the period before and after local autonomy. Official expenditure shows the highest contribution to local total expenditure both in the period before and after local autonomy. The growth analysis also showed that income from higher government has the average growth rate in the period before and after local autonomy. Transportation sector had the highest average growth rate in the period of local autonomy. Efficiency analysis results showed that there was a decrease in budget efficiency during local autonomy compared to before local autonomy. Effectiveness analysis results showed that there was an increase in budget effectiveness during local autonomy compared to before local autonomy. The result of performance measure using performance matrix approach showed that efficiency didn't give an increase in output in quality and quantity sides. Means difference analysis results using t-test showed that there was a significant increase of local original income in the period of local autonomy both in the efficiency and effectiveness.
Kata Kunci : APBD, Otonomi Daerah