Laporkan Masalah

Solarisasi Tanah dan Pupuk Kandang pada Lahan Bawang Merah Berpengaruh pada Keragaman Organisme di Permukaan Tanah

Ivan Chrisnaldi, Dr. Ir. Nugroho Susetya Putra, M.Si. ; Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.

2023 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Bawang merah termasuk komoditas hortikultura yang mempunyai permintaan pasar cukup tinggi di Indonesia. Ekosistem di pertanaman bawang merah melibatkan interaksi antara lingkungan abiotik dan biotik yang akan berpengaruh terhadap keanekaragaman di dalamnya. Solarisasi tanah merupakan bentuk inovasi dalam pengendalian OPT yang dinilai lebih ramah lingkungan. Suhu tanah yang tinggi akibat solarisasi tanah mampu menekan patogen tanah, hama tanah, dan propagul gulma serta dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman. Pengaruh suhu yang tinggi dikhawatirkan juga dapat membunuh organisme permukaan tanah yang bukan menjadi target pengendalian. Penelitian ini terdiri atas tiga perlakuan (solarisasi dan pupuk kandang, pupuk kandang, kontrol) dan lima ulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketiga perlakuan terhadap diversitas organisme permukaan tanah pada pertanaman bawang merah. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai indeks keanekaragaman (Shannon-Wiener), indeks dominansi, indeks kemerataan, dan nilai kekayaan jenis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan (p-value>0,05) dari ketiga perlakuan terhadap keanekaragaman organisme permukaan tanah. Nilai indeks keanekaragaman dari ketiga perlakuan tergolong sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan pupuk kandang menaikkan kelimpahan dan kekayaan jenis fauna permukaan tanah. Solarisasi yang dikombinasikan dengan pupuk kandang mampu mengembalikan komposisi organisme permukaan tanah yang terdampak sementara akibat suhu tanah yang tinggi.

Shallot is a horticultural commodity that has a high market demand in Indonesia. Ecosystems in shallot cultivation involve interactions between abiotic and biotic environments which will affect the diversity within them. Soil solarization is a form of innovation in pest control that is considered more environmentally friendly. High soil temperature due to soil solarization can suppress soil pathogens, soil pests, and weed propagules and can increase soil fertility, plant growth, and yields. It is feared that the effect of high temperatures can also kill surface organisms that are not the target of control. This study consisted of three treatments (solarization and manure, manure, control) and five replications. This study aims to determine the effect of the three treatments on the diversity of soil organisms in shallot cultivation. Data analysis was performed by calculating the diversity index (Shannon-Wiener), dominance index, evenness index, and species richness values. The results of this study indicated that there was no significant effect (pvalue>0.05) of the three treatments on the diversity of soil organisms. The diversity index value of the three treatments was moderate. Thus, it can be concluded that the manure treatment increased the abundance and species richness of the soil surface fauna. Solarization combined with manure can restore the composition of soil surface organisms temporarily affected by high soil temperatures.

Kata Kunci : Bawang merah, solarisasi tanah, pupuk kandang, diversitas, organisme permukaan tanah.

  1. S1-2023-442793-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442793-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442793-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442793-title.pdf