Perilaku aparat birokrasi dalam pemberian pelayanan internal :: Studi kasus BKD Kabupaten Tuban
SUMARSONO, Djaka, Prof.Dr. Miftah Thoha
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikPembangunan yang selama ini telah dilakukan oleh bangsa kita yang dilaksanakan dari periode orde baru hingga dewasa ini, telah mengalami perkembangan yang mana hal itu juga mengakibatkan membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Yang mengakibatkan adanya tuntutan-tuntutan yang diharapkan oleh pegawai menuju kearah kehidupan yang lebih baik dalam arti jumlah (kuantitas) maupun mutu (kualitas). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan adanya pelayanan umum yang cepat dan tepat waktu. Selain itu, perkembangan pegawai yang semakin hari semakin dinamik, dengan tingkat penghidupan dan pendidikan yang semakin baik, secara perlahan telah membuat pegawai menyadari posisinya dalam berhadapan dengan pemerintah, yaitu bahwa selain melayani masyarakat juga harus dilayani pemerintah. Hal ini mengharuskan birokrasi publik mengubah posisi dan peran yang selama ini dilakukannya. Perubahan birokrasi dilakukan dan ditekankan pada perilaku aparat birokrasi guna menciptakan perubahan pada perilaku atau pola pikir dari para pelaku birokrasi publik. BKD sebagai organisasi yang mengurusi pelayanan internal terhadap birokrasi Sebagai organisasi yang langsung berhubungan dengan birokrat. BKD merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masalah-masalah birokrat itu sendiri, yang dapat merupakan kunci jawaban bagi peningkatan pelayanan tersebut. Artinya jika pelayanan dalam lingkungan internal birokrat itu sendiri baik, maka hal tersebut akan mengakibatkan pelayanan terhadap publik juga membaik. Untuk mengetahui hal diatas maka peneliti menggunakan metode penelitian dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, kuisioner, observasi dan kajian dokumen dan literatur dengan berdasarkan pada variabel perilaku aparat birokrasi sebagai variabel bebas dan kualitas pelayanan internal sebagai variabel terikat dengan beberapa indikator yang telah ditentukan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa belum baiknya perilaku aparat birokrasi BKD Kabupaten Tuban disebabkan oleh beberapa faktor yaitu tingkat kedisiplinan, tanggungjawab, perlakuan yang adil dan tingkat kepekaan aparat. Untuk memeperbaiki perilaku parat dalam pemberian pelayanan internal tersebut, maka tesis ini menawarkan beberapa solusi sebagai berikut : 1.Diadakan pelatihan tentang pelayanan internal yang lebih mengutamakan aspek pemahaman moralnya. 2.Perlu diterapkan sistem reward dan punisment, yang disertai dengan pembinaan etika dan moral melalui keteladanan, pengawasan dan penegakan hukum, serta disiplin. 3.Dibuat suatu badan yang mengawasi dan mengatur masalah pegawai dalam hal perilaku aparat birokrasi yang menyimpang seperti bimbingan penyuluhan pegawai sehingga aparat mempunyai suatu wadah organisasi yang menangani masalah-masalah internalnya.
Development that has been done by our nation from period of new era untill now days, have experienced of the growth which caused many changes in various life aspect. The canges caused many demands that were expected by officer to have better life both in quantity and also quality. The growth of science and technology requires fast and on time public service. Beside that, the growth of the officer which more dinamic each day, with beeter education and life slowly has make the officer realize their position in government, it means they not only have to serve the society also have served by the government. This matter makes the public bureaucracy change its position and role that they have done. The changes of bureaucracy is emphasized to the behavior of bureaucracy agent, to create the changes on behavior and the public bureaucracy agent’s point of view. BKD as an organisation that manage internal service toward bureaucracy, BKD as organization that related directly to the bureaucrat. BKD is tip of lance that can communicate directly with the bureaucrat’s problem, which means the answer for the increase of the service. Its mean if service in internal bureaucrat environment is good so it can make the public service improve. The researcher is using qualitative description research method with case study approximation also gathering facts technique by brave interview, quiz, observation and documentations and literature study base on bureaucrat behavioral variable as open variable and quality of internal service as close variable with many indicators has been decided. Then facts were analized by qualitative description methode. Analyse output can be concluded that bureaucracy agent in BKD Tuban Regency is not good. Those things is caused by several factor which are discipline, responsibility, fairness and sensitivity. To improve the bureaucrat agent’s behaviour in giving internal service, this thesis offers some solution such are : 1. Arrange training about internal service that give more priority to moral comprehension. 2. It needs to be applied reward and punisment system, along with ethics and moralbuilder, supervision and la enforcement. 3. Build an organization that supervise and arrange the employe’s problem, in this case the officer’s deviate behaviour. This organization will give information and guidance so the the officer have a place that deals with their internal problem
Kata Kunci : Aparat Pemerintah, Perilaku, Layanan Internal