Analisis keefektifan pelayanan Haji pada Kantor Urusan Haji Propinsi DKI Jakarta
RAMLI, Yudia, Prof.Dr. Miftah Thoha
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikKeberadaan Kantor Urusan Haji Propinsi DKI Jakarta sebagai sebuah organisasi publik yang menyelenggarakan pelayanan haji bagi masyarakat DKI Jakarta adalah bukti kongkrit kesungguhan peran Pemda DKI Jakarta dalam pelayanan di bidang agama.Sesuai dengan mandat yang diterima (Perda No. 3 Tahun 2001) lembaga ini memiliki tugas memberikan pelayanan haji, meliputi (a) pelayanan kesehatan haji, (b) pelayanan manasik haji, (c) pelayanan umum haji, dan (d) pelayanan pasca haji. Meningkatnya jumlah calon jemaah haji serta tuntutan akan peningkatan kualitas pelayanan haji menyusul berbagai fenomena pelayanan haji dan tingginya biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), menjadikan analisis keefektifan pelayanan haji menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji. Fokus utama dalam studi ini melalui sejauhmana keefektifan pelayanan haji yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Haji Propinsi DKI Jakarta, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keefektifan, serta merumuskan upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan keefektifan pelayanan haji. Keefektifan pelayanan haji diukur dari sejauhmana tujuan dari pelayanan haji berhasil dilaksanakan dan mencapai hasil sebagaimana yang diharapkan. Sementara faktor-faktor yang diduga mempengaruhi keefektifan pelayanan, ditetapkan tiga variabel yakni (1) karakteristik organisasi (2) karakteristik lingkungan dan (3) kejelasan kewenangan. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan populasi para jemaah haji yang menunaikan ibadah haji pada tahun 2002 dan 2003 melalui embarkasi Jakarta di luar Haji Plus. Dengan menggunakan random sampling, ditetapkan 249 responden yang mewakili jemaah haji di lima wilayah DKI Jakarta, 17 diantaranya dijadikan sebagai narasumber wawancara langsung, dan 3 informan yang mewakili pejabat Kantor Urusan Haji Propinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan haji belum berjalan efektif sesuai yang diharapkan, misalnya : jemaah yang mengalami keluhan kesehatan tidak secara cepat mendapatkan pelayanan medis. Masih lemahnya pelayanan kesehatan tersebut disinyalir sebagai akibat keterbatasan tenaga medis yang dimiliki oleh TPHD. Dalam dua tahun terakhir, rasio antara petugas kesehatan dan jumlah jemaah sangat tajam, yakni 1: 399. Pelayanan manasik haji secara umum, materi yang diberikan dapat dikatakan cukup memadai, tetapi dari aspek keefektifan pelaksanaan ibadah, pelayanan manasik belum mencapai tujuan sebagaimana diharapkan. Misalnya sebagian jemaah haji belum dapat membedakan rukun haji, wajib haji dan sunat haji. Dalam hal pelayanan umum juga belum efektif, hal ini ditunjukkan oleh penginapan sebagian jemaah kurang memadai. Pelayanan pasca haji belum efektif, dari ketiga agenda kerja yang dicanangkan baru pemberdayaan ekonomi umat berupa pendirian Koperasi Haji yang sudah mulai menampakkan hasil, walaupun masih perlu pengembangan lebih optimal. Menyikapi berbagai faktor penyebab dari rendahnya kualitas pelayanan haji tersebut, maka saran perbaikan yang diajukan: (1) desentralisasi urusan pelayanan haji sudah waktunya diberikan kepada daerah, (2) Perlu redefrnisi fungsi dan restrukturisasi organisasi Kantor Urusan Haji sesuai dengan tuntutan kebutuhan pelayanan haji, (3) pengelolaan manajemen haji harus dilakukan secara profesional, sehingga SDM yang direkrut juga harus memenuhi persyaratan keprofesionalan tersebut, (4) sosialissi kebijakan haji baik dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi harus lebih diintensifkan dan mencapai sasaran.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Pemda TkI,Kantor Urusan Haji,Efektivitas Layanan