Evaluasi kinerja pelayanan akta kelahiran :: Studi komparasi Kabupaten Magelang dan Kota Magelang
PRATOTO, Rohadi, Dr. Muhadjir Darwin
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikPelaksanaan otonomi daerah, dengan kewenangan besar yang dimiliki untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat merupakan tuntutan yang tidak terhindarkan. Oleh karena itu ukuran kinerja pelayanan publik menjadi isu yang cukup mengemuka, diantaranya adalah produktivitas pelayanan, kualitas pelayanan, akuntabilitas pelayanan, dan responsivitas. Kegagalan birokrasi dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakatnya membawa implikasi berupa krisis kepercayaan yang pada gilirannya akan menghilangkan legitimasi pemerintah di hadapan rakyatnya. Adapun faktor-faktor penyebab gagalnya birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya dipengaruhi oleh budaya birokrasi yang paternalistik, kurangnya pemahaman etika birokrasi, semangat koordinasi dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Adapun salah satu jenis pelayanan publik yang dijadikan obyek penulisan adalah pelayanan akta kelahiran. Hal ini menjadi menarik karena pelayanan dimaksud adalah bentuk pelayanan yang bersifat monopolis dan akta kelahiran dikategorikan oleh UNICEF sebagai “the first right†yang merupakan bentuk pengakuan negara atas kewarganegaraan seseorang yang merupakan bentuk perlindungan dan jaminan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat kinerja pelayanan akta kelahiran di Kabupaten Magelang dan di Kota Magelang dengan berbagai indikator ukuran serta faktor yang mempengaruhinya yang menyebabkan kegagalan maupun keberhasilan kinerjanya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan desain diskriptif kualitatif, disamping penelitian survey. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa kinerja pelayanan akta kelahiran di kedua lokasi penelitian berada pada tingkat yang rendah, meskipun kinerja di Kabupaten Magelang pada umumnya dinilai berada di atas kinerja di Kota Magelang. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan kepada kedua pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pelayanan akta kelahiran, yaitu produktivitas dan juga kualitas pelayanannya, sehingga customers akan puas. Dalam menyusun program kegiatan kedua pemerintah daerah harus berorientasi kepada customers. Dengan demikian akhirnya kinerja pelayanan akta kelahiran dari provider kepada customers seharusnya lebih akuntabel.
The Implementation of local Autonomy with great authority to hold government tasks and public services which suitable with the need of society is an unavoidable demand. Therefore public services indicators become a main issue, such as service productivity, service quality, service accountability and responsivity. The failure of bureaucracy in giving public services to society brings implication to the trust crisis and then it will lessen the legitimation of government toward the people. Some factors might influence the failure of the government to give services to the people, such us cultural factors, lack of bureaucracy ethic understanding, coordination, and awareness of the society as well. Type of public services which become focus of this research is birth certificate. Birth certificate is also interesting because there is tendency of monopoli services by UNICEF catagorized as the first right as state acknowledgment of citizenship protection and children social guaranty. The objective of this research is to evaluate the performance of birth certificate services in Magelang regency and in Magelang municipality. It is also to understand factors that influence the failure and success of the work. Research method used in the research is qualitative discriptive design beside survey research. Interview, observation and documentation techniques are employed for data collection. The conclusion is that the performance of birth certificate services in both locations is still low. However in general, the public services performance in Magelang Regency is higher than in Magelang Municipality. Based on the conclusion, it is suggested to both local government to increase their public performance of birth certificate services, that is productivity as well as quality services, so that the customers will be satisfied. In planning the programme both local government should be customers oriented. Finally, the performance of birth certificate services from the provider to the customers should be more accountable
Kata Kunci : Kinerja Dinas,Pemda TkII,Akta Kelahiran