Hubungan antara Kesehatan Oral dengan Persepsi Diri terkait Kesehatan Umum pada Lanjut Usia (Kajian di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)
Agita Brianisa, drg. Elastria Widita, M.Sc., PhD; drg. Friska Ani Rahman, M.DSc
2023 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Persepsi diri terkait kesehatan umum banyak digunakan sebagai pengukuran penilaian diri oleh individu untuk menentukan tingkat kesehatannya. Persepsi diri penting untuk dilakukan sebagai pemeriksaan subjektif karena mampu mencerminkan kondisi kesehatan objektif individu dan diketahui berhubungan dengan berbagai kondisi penyakit. Penyakit periodontal dan kehilangan gigi menjadi permasalahan kesehatan oral yang banyak ditemukan pada lanjut usia. Permasalahan kesehatan oral tersebut dapat memengaruhi berbagai aspek fungsi oral yang dapat memengaruhi kondisi tubuh lansia secara umum. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa lansia dengan kesehatan oral yang buruk beresiko menilai persepsi diri terkait kesehatan umumnya buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kesehatan oral dengan persepsi diri terkait kesehatan umum pada lanjut usia di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Penelitian dengan desain potong lintang (cross-sectional) telah dilakukan pada 81 lansia di Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara secara langsung pada lansia serta pemeriksaan klinis periodontal dan jumlah gigi pada lansia. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis, Chi-Square, dan Fisher’s Exact Test untuk mengetahui hubungan antara kesehatan oral dengan persepsi diri terkait kesehatan umum pada lansia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah gigi tidak berhubungan dengan persepsi diri terkait kesehatan umum (p=0,504). Hasil kesehatan periodontal juga tidak berhubungan dengan persepsi diri terkait kesehatan umum pada lansia (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan oral dengan persepsi diri terkait kesehatan umum pada lansia di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Self-perceived general health is widely used as a measure of self-assessment by individuals to determine their level of health. Self-perception is important as a subjective examination because it can reflect an individual’s objective health condition and is known to be associated with various diseases. Periodontal disease and tooth loss are commonly oral health problems among the elderly. These problems might affect various aspects of oral function, affecting the body condition among the elderly in general. Elderly with poor oral health is at risk of perceiving their general health as poor. This study aims to examine the relationship between oral health and self-perceived general health among the elderly living in Sumberagung Village, Moyudan District, Sleman Regency, Yogyakarta.
A cross-sectional study was conducted on 81 elderly people living in Sumberagung Village, Moyudan District, Sleman Regency, Yogyakarta. Data collection was carried out through interviews, physical examination as well as clinical examinations on periodontal health and number of teeth. Data analysis are done using Kruskal Wallis, Chi-Square, and Fisher’s Exact Test to determine the relationship between oral health and self-perceived general health.
The results showed that the number of teeth were not associated to self-perceived general health among the elderly (p=0,504). Periodontal health were also were not associated to self-perceived general health among the elderly (p>0,05). The conclusion of this study is that there is no significant relationship between oral health and self-perceived general health in the elderly in Sumberagung Village, Moyudan District, Sleman Regency, Yogyakarta.
Kata Kunci : jumlah gigi, kesehatan periodontal, persepsi diri terkait kesehatan umum