Studi implementasi program pengembangan Kecamatan di desa Tirto Sari Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin
ANTONI, Dedi, Dr. Nasikun
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikKemiskinan merupakan masalah utama pembangunan diberbagai bidang, kemiskinan mengakibatkan kerentanan, ketidakberdayaan, keterisosilisasian dan ketidakmampuan menyampaikan aspirasi dari masyarakat miskin. PPK dirancang untuk meningkatkan keterpaduan pengembangan usaha produktif dan pembangunan prasarana serta sarana pedesaan. Tujuan PPK adalah pemberdayaan masyarakat, artinya pengelolaan PPK ini diberikan secara langsung kepada masyarakat mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai melestarikan hasil kegiatan. Dalam implementasi PPK di Desa Tirto Sari ditemukan keberhasilannya tetapi diketemukan juga deviasi dari tujuan PPK. Adanya deviasi tersebut akan mengakibatkan kegagalan implementasi PPK. Peran sentralistis pelaku PPK dari unsur birokrasi yang sering menekan pada tingkatan dibawahnya membuat pelaksanaan kegiatan PPK tidak sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat karena masyarakat menjadi pasif menerima apa yang menjadi keputusan pelakupelaku PPK seperti camat, kades, PjOK. Keberhasilan PPK menuntut peran aktif masyarakat desa mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian hasil kegiatan. Tanpa adanya kesediaan dan keaktifan masyarakat desa dalam setiap tahapan PPK maka implementasi PPK dapat dikatakan gagal karena tidak memenuhi unsur pemberdayaan masyarakat. Juga didapati kelompok penduduk miskin yang menjadi sasaran PPK kurang terakomodir dalam penentuan jenis kegiatan karena akan selalu kalah suara dengan kelompok lain dalam musyawarah baik didusun maupun dalam forum Musyawarah Desa karena dalam mekanisme PPK, semua kelompok masyarakat memiliki hak suara yang sama dalam menentukan dan memilih jenis kegiatan yang diinginkan sehingga dalam penentuan jenis kegiatan secara kuantitas (jumlah masyarakat miskin yang dilibatkan) dan kualitas (jenis kegiatan yang didanai) kurang mencerminkan tujuan PPK karena hanya 12 orang untuk jembatan dan 32 orang untuk galian parit sebagai tenaga kerja yang diupah. Bila dibandingkan jumlah penduduk desa yang lebih dari 2000 jiwa, sebagian besar merupakan penduduk miskin. Begitupula jenis kegiatan untuk ekonomi produktif hanya simpan pinjam kelompok perempuan.
Poverty is main problem amid the multi field development. It causes a social gap, powerless, isolation and inability of confeying the aspiration from pure poeple. PPK was designed for improving the intregated development of produktive entrepreneurship and for installing the infrastructure and facilities of villages. The goal of PPK is the empowerment for sociaty. It means that management of PPK is directly given for sociaty, starting from planing, implemanting and conserving the activities results. In the PPK implementation at Tirto Sari has found the result but it has found the deviation and the propose of PPK as well. The deviation will cause the failure af PPK implementation. The centralistic of PPK author from bereaucracy is often press the villager. It maker PPK not appropriate with empowerment sociaty draft because the sociaty is be passive to receive what the author is PPK decided like subdistrict head, village head as well as PjOK. The success of PPK demands the sociaty to be active from, plan phase, realization and preservation of activities. Without being active and willingness the sociaty in every phase of PPK. So the PPK implementation can be failure because it is not fullfill the empowerment sociaty. It has found the poor that will be the goal of PPK. It is less accomodated in the activity establish because it will be fail in the choice than another grip in the conference either at the village or conference forum . As the PPK, all of the groups have the voice right that the same as another to determine and choose the activities than they want to, so in the activities determined quantitatively (the taking pant of the poor ) and quantitatively (the activities funded) is less apply the goal of PPK because there are only 12 persons to make the bridge and 32 persons to make the ditch as the workers that paid if it is equivalented the village. Population that more that 2000 persons. Almost all of them are the poor. Besides the kinds of activities for productive economy is save and lend that done by the women
Kata Kunci : Program Pengembangan Kecamatan,Implementasi