Hubungan Kontak Oklusi Gigi dan Status Disfagia dengan Kualitas Hidup pada Penduduk Lanjut Usia (Kajian di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta))
Ajeng Nonie Marella, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D; drg. Iffah Mardhiyah, M.Biomed
2023 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Lanjut usia merupakan seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun dan mengalami perubahan dan penurunan fungsi tubuh yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit, termasuk permasalahan rongga mulut. Lansia cenderung mengalami penurunan kontak oklusi akibat peningkatan kehilangan gigi serta peningkatan risiko menderita disfagia. Kehilangan gigi posterior akan disertai dengan hilangnya ketidakseimbangan pada kontak oklusi yang dapat mengakibatkan gangguan fungsional, sehingga menyebabkan berkurangnya kekuatan kunyah dalam fungsi mastikasi yang akan menimbulkan disfagia. Hal tersebut dapat menimbulkan ketidakpuasan pada hidup dengan terjadinya penurunan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hubungan antara kontak oklusi gigi dan status disfagia dengan kualitas hidup pada penduduk lanjut usia di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Penelitian desain potong lintang telah dilakukan dengan melibatkan 92 lanjut usia di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan melalui pemeriksaan. wawancara, dan pengisian kuesioner. Kontak oklusi dikaji menggunakan indeks Eichner, sementara status disfagia dengan kuesioner Ohkuma dan kualitas hidup terkait kesehatan oral melalui kuesioner GOHAI yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis-H, uji Kendall’s tau b, dan uji regresi logistik ordinal. Analisis stratifikasi selanjutnya dilakukan berdasarkan status disfagia.
Hubungan yang signifikan antara status disfagia dengan kualitas hidup terkait kesehatan oral dilaporkan pada uji bivariat (p=0,001), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontak oklusi gigi dengan kualitas hidup terkait kesehatan oral (p=0,124). Status disfagia didapatkan berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup terkait kesehatan oral pada uji multivariat setelah dilakukan penyesuaian dengan variabel kovariat (p=0,017; OR=0,340; 95%CI [-1,970–0,190]). Setelah dilakukan analisis stratifikasi berdasarkan status disfagia didapatkan bahwa kontak oklusi mampu menurunkan kualitas hidup, namun hanya terbatas pada kelompok lansia yang mengalami disfagia (p<0 OR=7,048;>
Elderly are individuals who has reached the age of more than 60 years and experience an aging process characterized by changes and decreased body functions which might increase the likelihood of disease, including oral health problems with. The elderly tend to experience decreased occlusal contact due to increased tooth loss, as well as dysphagia. Loss of posterior teeth will be accompanied by a loss of imbalance in the occlusion contact which can result in functional disturbances, causing reduced masticatory strength in the masticatory function which will cause dysphagia. This can lead to dissatisfaction with life with a decrease in quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between dental occlusion contacts and dysphagia status with oral health related quality of life among elderly living in Sumberagung Village, Moyudan District, Sleman Regency, Yogyakarta.
A cross-sectional study was conducted involving 92 elderly living in the Sumberagung Village, Moyudan District, Sleman Regency, Yogyakarta. Data collection was done through clinical examination. interviews, and questionnaires. Contact occlusion was assessed using the Eichner index, while dysphagia status was assessed using the Ohkuma questionnaire and oral health related of quality of life was assessed using the GOHAI questionnaire which was translated into Indonesian. Data analysis were performed using the Kruskal Wallis-H test, Kendall's tau b test, and ordinal logistic regression test.
The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between dysphagia status and oral health related quality of life (p=0.001), but there was no relationship between dental occlusion contact and oral health related quality of life (p=0.124). Further ordinal logistic regression after adjusting for covariate variables resulted that dysphagia status had a significant effect on oral health related quality of life (p=0.017; OR=0.340; 95% CI [-1.970–0.190]). The stratified analysis according to dysphagia status, showed that occlusal contacts significantly lowered the oral health related quality of life only those who were suffered with dysphagia (p<0 OR=7.048;>
Kata Kunci : Kontak oklusi gigi, status disfagia, kualitas hidup terkait kesehatan oral, lanjut usia