Efikasi Diri Lanjut Usia terkait Kesehatan Oral (Kajian pada Penduduk Lanjut Usia di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman)
Revrianti Khairunnisa, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D; Budi Rodestawati, S.Kp.G., M.P.H.
2023 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Meningkatnya usia harapan hidup menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada lanjut usia yaitu penurunan persepsi, pemahaman, perilaku, dan fungsi psikomotor yang dapat memengaruhi efikasi diri pada lansia. Efikasi diri merupakan penilaian pribadi terhadap kemampuannya dalam mengatur dan melaksanakan tindakan dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Efikasi diri lansia yang menurun dapat menyebabkan pemeliharaan kesehatan oral lansia yang menurun, yang nantinya dapat menyebabkan kondisi kesehatan oral lansia yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efikasi diri lanjut usia terkait kesehatan oral di Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantifatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 97 lansia dengan rerata skor MMSE 29,1 lebih atau kurang 2,5. Instrumen yang digunakan adalah GSEOH (Geriatric Self-Efficacy Scale for Oral Health) versi Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik lansia yaitu, rentang usia lansia berkisar 60 sampai 85 tahun dengan rerata usia 67 tahun, 74,2 persen berjenis kelamin perempuan, 90,7 persen pernah mengalami gangguan oral seperti karies dan gingivitis, dan 57,7 persen belum pernah mengunjungi dokter gigi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa rerata lansia memiliki rerata skor OHI sebesar 6,7 (lebih atau kurang 3,8), rerata skor MGI sebesar 1,8 (lebih atau kurang 0,9) yang menunjukkan gingivitis sedang. Mayoritas lansia memiliki efikasi diri terkait kesehatan oral yang baik (54,6 persen). Perlu dilakukan program pencegahan dan penanganan lebih lanjut terhadap buruknya kebersihan dan kesehatan oral agar sebanding dengan hasil efikasi diri yang baik.
Increasing life expectancy causes various health problems among the elderly, such as decreased perception, concept, behavior, and psychomotor functions which might affect oral health related self-efficacy. Self-efficacy is a personal assessment of individual’s ability to organize and execute actions in achieving a particular goal. Decreasing self-efficacy among the elderly might lead to decreased ability on oral health maintenance, which in turn can lead to poor oral health conditions. This study aims to examine the oral health related self-efficacy among the elderly living in Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Quantitative descriptive design of study with purposive sampling technique was used. Ninety-seven elderly with MMSE of 29.1 plus or minus 2.5 was participated in this study. Indonesian version of GSEOH (Geriatric Self-Efficacy Scale for Oral Health) was used to measure the oral health related self-efficacy. The age of participants was ranged from 60 to 85 years. Majority were female (74.2 percent), while 90.7 percent had experienced oral disease such as caries and gingivitis, and more than half of the participants had never visited a dentist (57,7 percent). The results of this study showed that the elderly had good self-efficacy related to oral health (54,6 percent). Meanwhile the mean of OHI and MGI were 6.7 plus or minus 3.8 and 1.8 plus or minus 0.9 respectively. Thus, it is necessary to carry out further prsevention and treatment programs for low oral hygiene and health so that it is comparable with good self-efficacy results.
Kata Kunci : Lanjut usia, efikasi diri, kesehatan oral