Laporkan Masalah

KETELITIAN SAMPLING DALAM INVENTARISASI HUTAN TANAMAN JATI DI PERUM PERHUTANI (Kasus di KPH Saradan, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur)

Dimas Rudy Suharyanto, Ir. Djoko Suharno Radite, M.S.

2010 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

lnventarisasi hutan tanaman jati di Perum Perhutani selama ini mengacu pada SK I 43/KPTS/DJ/1/1974 (instruksi '74). Berdasarkan instruksi tersebut, ketelitian sampling yang disyaratkan yaitu antara 10-15%. Kondisi tegakan sejak dibuatnya instruksi tersebut sampai sekarang mengalami perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat ketelitian sampling dalam inventarisasi hutan tanaman jati dengan berbagai intensitas sampling dan identifikasi implementasi instruksi '74 dalam hat perkembangan kondjsi tegakan jati. Penelitian dilakukan di Bagian Hutan (BH) Jatiketok, KPH Saradan, dc.,1gan memanfaatkan data hasil risalah Perum Perhutani, pengukuran di tegakan klemstat (inventarisasi 100%) jati serta wawancara dengan pihak Perum Perhutani. Ketelitian sampling dicari dengan 2 cara, yang pertama dengan rumus T = t se x 100%, kedua dengan persen selisih harga rata-rata populasi (µ) dengan harga rata-rata sampel ( X ). Ketelitian sampling di BH Jatiketok sebesar 3,88%, lebih baik dari yang disyaratkan instruksi '74. Hasil perhitungan ketelitian untulc KU I-II sebesar 5,50%, untuk KU III-IV sebesar 12,46%, dan untuk KU V-up, Miskin Riap (MR) serta Masak Tebang (MT) sebesar 2,42%. Persen selisih harga rata-rata populasi (µ) dengan harga rata-rata sampel ( x) pacla sampling dengan Jarak Antar Petak Ukur (JAPU) l00xl00 m sebesar 14,35%, pada JAPU io,0x200 m sebesar 14,89% dan untuk stratifikasi pada JAPU 200x200 m sebesar l 3,"55%.

Inventory of teak plantations in this recent time was conducted by Perum Perhutani refers to SK 143/KPTSIDJII/1974 (instructions '74). Accuracy sampling requirement of the instruction was stated between 10-15%. The condition, of teak standing position growth since the established instruction. The purpose of this study was to determine accuracy sampling of the inventory teak plantations with variety of sampling intensity and identify the implementation of instructions '74 in terms of development conditions teak standing. The study was conducted in the Planning Unit (BH) of Jatiketok, Forest Management Unit (KPH) of Saradan region, utilizing the previous data of Perum Perhutani, measurements in the area of teak klemstat (100% inventory) standing and interviewing with Perum Perhutani employee. Sampling accuracy sought in 2 ways, first by the formula T = t Se x 100%, second by percent difference of the average the population (µ) with an average of the sample ( x ). Accuracy of sampling in BH Jatiketok at 3.88%, better than the required instruction '74. The calculation result of accuracy for Age Class (KU) I-II and KU II-IV were 5.50% and 12.46% respectively, and for the KU V-ups, Poor Increment (MR) and Mature Forest Stand (MT) were 2.42%. Percent difference of the average the population (µ) with an average of the sample ( x) on the sampling with Distance

Kata Kunci : accuracy sampling, forest inventory, perum perhutani, instructions '7 4

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf