Laporkan Masalah

Kinerja pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara

JUNAEDI, Dr. Yeremias T. Keban

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan Otonomi Daerah, dibutuhkan organisasi pelayanan publik yang semakin baik dan mengerti terhadap berbagai keinginan masyarakat/publik pengguna jasa. Salah satu tolok ukur untuk mengetahui berhasil tidaknya tujuan organisasi publik adalah dengan melakukan evaluasi secara periodik terhadap kinerja organisasi oleh lembaga yang berwenang, stakehouders, termasuk publik pengguna jasa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) Memetakan dan mendeskripsikan kinerja pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara. Selanjutnya, dalam penelitian dipergunakan teori/konsep yang berkaitan dengan kinerja pelayanan sebagai dependen variabel dan teori/konsep kepemimpinan, sistem insentif dan kerjasama sebagai independen variabel. Penelitian ini mempergunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan keadaan subjek/objek penelitian, berdasarkan faktafakta lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk dalam kategori kurang optimal. Dalam penelitian ini ditemukan berbagai patologi birokrasi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi, seperti (1) Kinerja organisasi yang kurang akuntabel dan responsif dalam hal penyelenggaraan pelayanan publik, (2) Publik yang seharusnya mendapat pelayanan prima, malah mendapat perlakuan yang kurang proporsional, (3) Efisiensi kinerja pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara belum maksimal. (4) Meskipun Penyediaan fasilitas kantor sudah memadai, namun untuk penyediaan prasarana ruang tunggu belum tersedia. (5) Gaya kepemimpinan belum mencerminkan kepemimpinan yang demokratis, cenderung bersifat formal institusional. Pendekatan informal, secara psikologis hanya bersifat membangun hubungan emosional. (6) Dalam hal pemberian insentif, hanya didasarkan pada ketentuan formal, penghargaan yang diberikan seperti gaji pokok dan insentif cenderung mengabaikan internal equity dan eksternal equity, (7) Dalam hal kerjasama menghandel pekerjaan rekan kerja yang lain sudah sinergis. Namun kerjasama yang dijalin antar seksi yang memiliki bidang pekerjaan yang berbeda pola koordinasinya belum berjalan dengan baik. Sebagai bentuk rekomendasi guna meminimalisir terjadinya patologi birokrasi dilingkungan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara, maka tesis ini menawarkan langkahlangkah berikut: (1) Mengembangkan dan mengoptimalkan customer’s charger dalam praktek penyelenggaraan pelayanan publik. (2) Melakukan evaluasi kinerja secara periodik, (2) Pentingnya kepemimpinan yang demokratis, visioner, dan mampu mengarahkan serta memotivasi bawahan untuk bekerja secara profesional, serta (3) Kemampuan organisasi membangun sistem pemberian penghargaan yang relevan dengan beban kerja dan keahlian. xi

In order to achieve the objectives of oca1 autonomy, public service organization that is better and understand desire of pubtic as service user is needed. One of measurement to recognize the success of the organization is by doing evaluation periodically on organizational performance by authorized institution, stakeholders, including users. Based on the background, this study aimed to: (1) map and describe performance of Mining and Energy Office of Kutai Kartanegara regency from accountability, responsibility, orientation in public service, efficiency, service hospitableness, and service facility; (2) identify factors influencing service performance of the organization. This study used theory/concept related to service performance as dependent variable and theories/concepts of leadership, incentive system and cooperation as independent variable. It used descriptive qualitative method to describe study object/subject, based on field facts. The data was collected by observation, in depth interview and documentation. Result of the study indicated that performance of Mining and Energy office of Kutai Kartanegara regency was less optimal. The study found some bureaucratic pathology in executing the organization’s task and function, as following. (1) The organization was less accountable and responsive in providing public service. (2) The public got unproportional treatment rather than excellence service. (3) Performance efficiency of the organization was less maximal. (4) Although office facility provision was sufficient, there was no waiting room for user. (5) The leadership style have no reflect democratic leadership. (6) Incentives were only given based on formal provision and did not regard internal equity and external equity. (7) In cooperation aspect, there was synergy in handling peer tasks. However, there was less coordination made between sections with different jobs. As recommendations to minimize bureaucratic pathology in Mining and Energy office of Kutai Kartanegara regency, this thesis offers the following steps: (1) doing periodic performance evaluation; (2) implementing democratic and visionary leadership that able to direct and motivate subordinate to work professionally; and (3) applying reward system relevant with work load and skill.

Kata Kunci : Kinerja Dinas Pertambangan dan Energi, Pelayanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.