Laporkan Masalah

PEMANFAATAN LIMBAH GERGAJIAN BATANG KELAPA (Cocos nucifera L) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ARANG

AYU MURTI, Dr. Ir. J. Pramana Gentur S, M. For

2010 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Arang dapat dibuat dari bahan bak:u yang berupa bahan organik antara lain kayu, tulang, tanduk binatang, limbah pertanian dan limbah organik lainnya. Peningkatan kebutuhan kayu perlu dicari bahan pengganti kayu. Limbah serbuk gergaji dan sebetan sisa pengolahan ini merupakan salah satu sumber bahan bak:u yang potensial sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui kualitas arang yang dihasilkan dari limbah gergajian batang kelapa ( Cocos nucifera L.), (2) mengetahui pengaruh interaksi bentuk bahan dan metode g pengarangan limbah batang kelapa terhadap kualitas arang dari limbah gerajian batang kelapa ( Cocos nucifera L. ), (3) mengetahui bahan dan metode yang terbaik da1mn pembuatan arang dari limbah gergajian batang kelapa ( Cocos nucifera L. ). Bahan bak:u yang digunakan adalah limbah serbuk dan sebetan gergajian batang kelapa ( Cocos nucifera L. ). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu bentuk bahan serbuk dan sebetan dengan metode pengarangan retort dan brick kiln. Pengamatan dilakukan terhadap kualitas rendemen, kadar air, berat jenis, nilai kalor, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat yang kemudian dianalisis anova dan HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara bentuk bahan dan metode pengarangan berpengaruh sangat nyata terhadap ut mudah menguap dengan basil rata-rata tertinggi pada arang dari sebetan dengan metode pengarangan retort yaitu 53,743% dan terendah pada arang dari serbuk dengan metode pengarangan retort yaitu 36,214 %. lnteraksi antara bentuk bahan dan metode pengarangan juga berpengaruh sangat nyata terhadap kadar karbon terikat arang dengan basil tertinggi pada arang dari serbuk: dengan metode pengarangan retort yaitu 57,337 % dan terendah pada arang dari sebetan dengan metode pengarangan retort yaitu 38,721 %. lnteraksi berpengaruh nyata terhadap kadar air arang, dengan kadar air tertinggi pada arang dari sebetan dengan metode pengarangan brick kiln yaitu 3,319 % dan terendah pada arang dari sebetan dengan metode pengarangan retort yaitu 1,514 %.

Charcoal can be made from raw materials in the form of organic materials such as wood, bone, horn of animals, agricultural waste and other organic waste. Increased timber needs to look for wood substitutes. Sawdust waste remaining slabs in the wood processing is one source of potential raw materials as an energy source. The aims of this research are (1) to know the quality of charcoal produced from the coconut (Cocos nucifera L.) stems sawn waste, (2) to know the effect of interaction of materials and methods of composing the waste coconut trunks against the quality of charcoal from coconut trunks lumber waste (Cocos nucifera L. ), (3) to know the material and the best methods in the manufacture of charcoal from the waste stems sawn coconut ( Cocos nucifera L. ). Raw materials used are waste powder and slabs from coconut trunk ( Cocos nucifera L. ). The method used was randomized block design of two factors which are saw dust material and slabs material methods of carbonizations. The observed quality parameters were water content, specific density, calorific value, ash content, volatile content and carbon content. The data was analyzed with ANOV A and HSD. The results showed that the interaction between materials and methods of . carbonization a very real effect of volatile substances with the highest average in charcoal by slabs with the retort method carbonization is 53.743% and the lowest in the charcoal by saw dust with retort method carbonization is 36.214%. The interaction between materials and methods of carbonization is also a very real effect on the carbon content of the charcoal, the highest results on the charcoal by saw dust with retort method carbonization is 57 .337 % and the lowest in charcoal by slabs with retort method carbonization is 38.721 %. Interaction have real effect on the water content of charcoal, with the highest water content in charcoal by slabs with brick kiln method carboniz.ation is 3.319 % and the lowest in charcoal by slabs with retort method carbonization is 1.514%.

Kata Kunci : arang, kelapa, bentuk bahan, metode

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf