Laporkan Masalah

DINAMIKA KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI KELOMPOK TANI HUTAN SUBUR DESA PLUMBON KECAMATAN KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH

Wanda Rafinia Lababan Usfa, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut, M.P

2023 | Skripsi | KEHUTANAN

Sistem kelembagaan yang baik akan memiliki peranan yang penting dalam mendukung pengelolaan hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1)
menjelaskan dinamika kelembagaan pada pengelolaan hutan rakyat di KTH Subur,dan 2) merumuskan strategi untuk meningkatkan kelembagaan KTH Subur dalam pengelolaan hutan rakyat.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Informan adalah pengurus dan anggota KTH Subur. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data menggunakan analisis Miles dan Huberman untuk menjelaskan dinamika kelembagaan dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi meningkatkan kelembagaan.

Berdasarkan masa kepengurusan KTH dan kondisi dari komponen kelembagaan, maka dinamika kelembagaan KTH Subur dikelompokkan menjadi
tiga periode yaitu periode I (1996-2008), periode II (2009-2013), dan periode III (2014-sekarang). Terjadi perubahan nama pada periode III dari Kelompok Tani Subur menjadi KTH Subur. KTH merupakan lembaga formal kategori kelas madya. Susunan kepengurusan pada periode I–II terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara. Penambahan seksi-seksi terjadi di periode III. KTH memiliki AD/ART sejak periode I, diperbarui pada periode III dan berbadan hukum pada periode III. Terjadi penambahan aset pada setiap periodenya, meliputi: sekretariat, papan nama kelompok, papan informasi, pengeras suara, kursi, tikar, alat pertanian, traktor, buku, dan uang kas. Lembaga menganut gaya kepemimpinan demokratis dengan mengedepankan musyawarah. Tidak terdapat konflik dalam KTH yang mengganggu jalannya kelembagaan. Peningkatan kapasitas oleh Dinas Kehutanan sejak awal pembentukan KTH hingga sekarang oleh CDK VIII melalui pemberdayaan, pelatihan, dan partisipasi lomba. Strategi untuk meningkatkan kelembagaan melalui peningkatan: kapasitas SDM, kinerja kepengurusan, dan pemasaran usaha produktif.

A good institutional system will play an important role in supporting private forest management. This study aims to: 1) explain the institutional dynamics ofprivate forest management in Subur KTH, and 2) formulate strategies to improve the institution of Subur KTH in private forest management.
The research uses a qualitative approach with a case study method. The informant is a caretaker and member of KTH Subur. Data collection techniques use in-depth interviews, observations, documentation studies, and Focus Group Discussion (FGD). Data analysis uses Miles and Huberman analysis to explain institutional dynamics and SWOT analysis to formulate strategies to improve institutions.

Based on the management period of KTH and the conditions of the institutional components, the institutional dynamics of KTH Subur are grouped into three periods, namely period I (1996-2008), period II (2009-2013), and period III (2014-present). There was a name change in period III from the Subur Farmers Group to the Subur KTH. KTH is a formal institution in the middleclass category. The management structure in periods I–II consisted of a chairman, secretary, and treasurer. The addition of sections occurred in period III. KTH has AD/ART since period I, renewed in period III and incorporated in period III. There was an increase in assets in each period, including: secretariat, group signboards, information boards, loudspeakers, chairs, mats, agricultural equipment, tractors, books, and cash. The institution adheres to a democratic leadership style by prioritizing deliberation. There are no conflicts in the KTH that interfere with the running of the institution. Capacity building by the Forest Service since the beginning of the establishment of KTH until now by CDK VIII through empowerment, training, and competition participation. Strategies to improve institutions through improvement: human resource capacity, management performance, and marketing productive efforts.

Kata Kunci : hutan rakyat, dinamika kelembagaan, kelompok tani hutan, analisis SWOT ; private forest, institutional dynamics, forest farmer group, SWOT analysis

  1. S1-2023-442355-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442355-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442355-title.pdf