Implementasi kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit pola PIR yang ramah lingkungan dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat di Kabupaten Manokwari Papua
MANDACAN, Nataniel Dominggus, Dr. Samsubar Saleh, MA
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikBahwasanya pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah adalah untuk mensejahterakan penduduknya. Pelaksanaan Pembangunan di Propinsi Papua dalam kurun waktu 40 tahun lamanya belum begitu banyak membawa perubahan dan perbaikan hidup masyarakat di sana, sementara sumbangan daerah berupa kekayaan alam untuk kepentingan negara secara umum juga tergolong besar. Tingkat kesejahteraan hidup masyarakat di pedesaan di Kabupaten Manokwari masih tertinggal jauh dari standar hidup yang layak. Kesenjangan sosial dan ekonomi antara penduduk asli Manokwari di pedesaan dengan warga lain yang datang dari luar daerah sesungguhnya sangat menyolok perbedaannya. Untuk mengurangi / memperkecil kesenjangan dimaksud, Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari mengambil langkah dan menetapkan Kebijakan Pembangunan perkebunan Kelapa Sawit Berpola PIR yang Ramah Lingkungan sebagai upaya Memberdayakan Ekonomi Rakya di dataran Prafi Kecamatan Warmare dan Kecamatan Prafi yang sudah berlangsung kurang lebih 20 tahun lalu. Tujuan penelitian dan penulisan tesis ini dimaksudkan untuk : 1). Menganalisis seberapa jauh Keberhasilan Implementasi Kebijakan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berpola PIR yang Ramah Lingkungan diterima dan dinikmati masyarakat di Kabupaten Manokwari. 2). Mengukur seberapa besar manfaat program atau kebijakan tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat lokal. Format penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dalam menulis tesis ini bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data melalui 4 ( empat ) cara , yaitu : 1). Metode Dokumentasi; 2).Metode Observasi; 3). Metode Angket dan 4). Metode Wawancara. Lokus penelitian di Kecamatan Warmare dan Kecamatan Prafi dengan sasarannya pada petani kelapa sawit. Dari 3.450 petani di lokus penelitian diambil sampel sebanyak 374 petani dalam 17 desa sampel. Kebijakan ini dilaksanakan melalui kerjasama atau kemitraan dengan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Mor awa Medan sejak tahun 1983 dan hasil yang dicapai adalah : 1). Telah membangun 10.207 hektar lahan perkebunan; 2). Tercipta lapangan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja 6.200 orang KK petani pemilik lahan; 3). Meningkatnya penghasilan masyarakat / petani berkisar antara Rp. 500.000,- hingga Rp. 1.000.000,- sekali panen per hektar; dan ke- 4). Terkelolanya lingkungan hidup secara bertanggung jawab. Faktor yang berpengaruh atau sangat berhubungan dengan Keberhasilan Implementasi Kebijakan ini adalah : 1). Komitmen yang tinggi dari Bupati; 2) Persepsi dan Partisipasi yang baik dari warga masyarakat terhadap kebijakan dan lingkungan; 4). Kualitas kerja aparat di lapangan yang cukup tangguh serta 5). Terjalinnya hubungan kerja yang harmonis antara Pemda dan PT. Perkebunan Nusantara II Prafi serta warga masyarakat.
The government pursued the development for the well being of its people. The implementation of the development program in the last fourty years in the Papua province has not resulted in the significant improvement of the living condition of Papua people, while the province has in general contributed a big number of its very rich natural resources to the interest of central government. The living standard of the rural people of Manokwari regency was still underdeveloped. There was a wide social and economic gap of the native people of Manokwari and those coming from outside of the region. The local government made a policy of the environmental oriented and sustainable economic empowerment of the economy of the local people to fill the economic gap. The implementation of the policy was the development of the oil palm plantation in Prafi area of the subdistricts of Warmare and Prafi. The agricultural enterprise has been operated for more than 20 years. The objective of the study and the preparation of the thesis were: 1) To analyze the extent to which the implementation of the policy development of the oil palm types The Plantation Nucleus People ( The Nucleus Estate Scheme ) environmental oriented of the local people in Manokwari regency was succesful. 2) To appraise the extent of the policy in improving the well being of the local people. The format of the study is to obtain the data in the preparation of the thesis was descriptive and qualitative in nature. The data was collected using four methods. They are: 1) documentation, 2) observation, 3) questionnaire, and 4) interview. The locus of the study was the subdistricts of Warmare and Prafi with the target of the oil palm farmers. There were 374 individuals sampled out from the 3,450 farmers in 17 sample villages. The policy was implemented in a cooperation or a partnership with PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa Medan since 1983 and the results were: 1) A 10,000 hectar plantation area has been developed; 2) The employment was created that absorbed 6,200 employee of household heads of the land owner farmers; 3) The was an increase in the income of the farmers from Rp. 500,000 to Rp. 1,000,000 in a harvest per hectar; and 4) The responsible management of the environment was practiced. The factors influencing or highly related to the success of the implementation of the polidy were: 1) The high commitment of the regent; 2) The high participation of the people; 3) The very positive perception of the policy and the environment; 4) The reliable and high quality field apparatus; and 5) The prevailing harmonious relationship between the local government and PT. Perkebunan Nusantara II Prafi and also the people.
Kata Kunci : Kebijakan Pembangunan,Pemberdayaan Ekonomi Rakyat,Perkebunan Kelapa Sawit,PIR