Laporkan Masalah

Model pengembangan kualitas aparatur pemerintah desa di Kabupaten Lombok Tengah NTB

MASNUN, Dr. Warsito Utomo

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Beberapa dekade terakhir ini masalah sumber daya manusia merupakan masalah yang cukup aktual untuk dibicarakan oleh banyak kalangan dalam rangka mengembangkan organisasi. Kelemahan pada asfek sumber daya manusia dalam suatu unit organisasi akan cukup mempengaruhi pada semua aktivitas yang sedang berjalan. Bagi suatu bangsa, asfek sumber daya manusia akan sangat menentukan terhadap derajat, harkat dan martabat sebagai suatu negara pada suatu tingkat persaingan dalam berbagai asfek kehidupan secara global. Sumber daya alam yang melimpah tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang handal tidak akan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Sehingga semakin nyata bahwa sumber daya manusia sangat memegang peranan yang sangat signifikan dalam menentukan keberhasilan suatu bangsa untuk keluar dari kebodohan dan keterbelakangan. Tugas utama Pemerintah adalah memberikan pelayanan, pelaksana pembangunan, dan pemberdayaan terhadap masyarakat. Tugas ini dapat terwujud apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Tuntutan penguasaan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya terjadi pada tingkat Pemerintah Pusat dan Daerah, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah tuntutan penguasaan sumber daya manusia di tingkat Pemerintahan Desa Pemerintahan Desa merupakan “garda terdepan” dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk dapat memberikan pelayanan yang prima, maka Aparat Pemerintah Desa harus memiliki sumber daya manusia yang memadai. Untuk bisa memiliki sumber daya manusia yang memadai, maka Aparat Pemerintah Desa harus dibina dan dilatih dengan pola atau model yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mencoba merumuskan model alternatif pengembangan kualitas sumber daya Aparatur Pemerintaah Desa di Kabupaten Lombok Tengah, dan mencoba mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya Aparatur Pemerintah Desa di Kabupaten Lombok Tengah dilihat dari tingkat pendidikan dan pengetahuannya, tingkat kedisplinan dan tanggung jawab, serta tingkat produktivitasnya masih dikatagorikan rendah. Hal ini disebabkan antara lain pola pembinaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selama ini belum tepat, sehingga tidak bisa memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Saran yang diajukan dalam rangka mengembangkan kualitas sumber daya Aparatur Pemerintah Desa di Kabupaten Lombok Tengah adalah mencoba menerapkan model “Assessment Center”. Model ini akan lebih banyak memberikan pelatihan dalam bentuk simulasi, sehingga dampaknya Aparat Pemerintah Desa akan mampu untuk mengaktulisasikannya dalam bentuk tindakan nyata dilapangan. Faktor-faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap keberhasilanpenerapan model ini, adalah : organisasi yang melaksanakan harus cukup representatif, fasilitas yang cukup memadai baik dari kualitas maupun kuantitasnya, Instruktur yang cukup profesional yaitu mengadakan kerja sama dengan lembaga diklat dan Perguruaan Tinggi, serta yang terakhir adalah harus didukung oleh dana/finansial yang cukup memadai.

In the last few decades, the problem of human resource is the problem actually enough to discuss by many people in developing organization. Weakness on aspect of human resource in an organizational unit is sufficient to influence all of the undertaking activities. For any nation, aspect on human resource determines the degree, position and prestige of a nation at comparative level in so many aspects of global life. Abundant natural resources, without support from proper human resource, cannot give the satisfactory results. So, it becomes apparent that human resource plays a significant role in determining success for a nation to overcome backwardness. The major task of the government is to provide service, development undertaker, and empowerment to society. This task can be achieved if supported by qualified human resource. Demand of proper human resource development happens not only at Central Government and state level, but the most important thing is to happen at countryside government. Countryside Government represents ”the major authority” directed to provide service to society. To be able to give the primary service, Countryside Government has to have the adequate human resource. In order to have it, Countryside Government has to be trained with the correct model or pattern. The objective of this study is to formulate the development of alternative model of qualified human resource of countryside government staff at the district of Central Lombok, and tries to identify the influencing factors. Results from this research indicates that the quality of human resource of countryside government staff at the district of Central Lombok on the basis of education status and knowledge, discipline and responsibility, and productivity level is still low. This is caused by ineffective training program carried out by countryside government at the district of Central Lombok. So that the study did not yield satisfactory findings. Suggestions raise for developing the quality of human resource at the countryside governmental staff in Central Lombok is to apply the " Assessment Center" model. This model will give more training in the form of simulation, so that its impact is to the countryside governmental staff be able to actualize in practical action. The influencing factors of the successful application of this model, among others are : executing organization has to be representative sufficient facility in terms of quality and quantity, professional Instructor, performing cooperatively with the educational training and higher education, and lastly, it has to be supported by adequate funding.

Kata Kunci : Aparatur Pemerintah,Pengembangan Kualitas

  1. S2-2004-Masnun-abstract.pdf  
  2. S2-2004-Masnun-bibliography.pdf  
  3. S2-2004-Masnun-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2004-Masnun-title.pdf