ANALISIS KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH: STUDI KASUS SUMBER DAYA MANUSIA PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ANANDA JAYA SINAGA, Yuni Andari, S.E., M.Si.
2023 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Desentralisasi
fiskal adalah pelimpahan kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada
daerah untuk membuat kebijakan pembangunan daerah dan pengelolaan keuangan
daerah. Dalam rangka mengukur kinerja pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),
terdapat indikator yang umum digunakan yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Tujuan dari penelitian ini antara lain: Pertama, menganalisis dan mengetahui
kinerja pembangunan SDM melalui capaian indikator program Dinas Pendidikan dan
Dinas Kesehatan yang tidak mencapai target pada Kabupaten/Kota di Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2020. Kedua, mengetahui pengaruh
Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH)
dan Produk Domestik Bruto (PDRB) terhadap IPM pada Kabupaten/Kota di Provinsi
DIY tahun 2013 – 2021. Data yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja
pembangunan adalah data sekunder yang terdapat dalam Rencana Strategis
(Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah dan Laporan Kinerja
Perangkat Daerah. Sedangkan untuk menganalisis pengaruh dari PAD, DAU, DBH, dan
PDRB terhadap IPM menggunakan data panel yang bersumber dari Portal Data
Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan Republik Indonesia
(DJPK Kemenkeu RI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rentang waktu tahun
2013 - 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
metode analisis deskriptif kuantitatif melalui Ex-Post Evaluation dan regresi
linear berganda dengan estimasi model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM).
Hasil analisis Ex-Post Evaluation menunjukkan bahwa indikator program Dinas
Kesehatan yang tidak tercapai ditemukan pada Kota Yogyakarta, Kabupaten
Gunungkidul, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo sedangkan indikator
program Dinas Pendidikan yang tercapai ditemukan pada Kota Yogyakarta,
Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul. Hasil analisis regresi
menunjukkan bahwa PAD, DAU, DBH dan PDRB secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap IPM, namun secara parsial hanya variabel PAD dan PDRB yang berpengaruh
positif dan signifikan
Fiscal
decentralization is the delegation of authority given by the central government
to the regions to make regional development policies and manage regional
finances. To measure human development performance, a commonly used indicator
is the Human Development Index (HDI). The objectives of this study are as
follows: First, to analyze and determine the performance of human resource
development based on program indicators from the Education Authorities and
Health Authorities, which did not meet the targets set for regencies/cities in
the Special Region of Yogyakarta in 2020. Second, to determine the effects of
Regional Original Income, General Allocation Funds, Revenue Sharing Funds, and
Gross Regional Domestic Product on the HDI of regencies/cities in the Special
Region of Yogyakarta from 2013 to 2021. The data used to assess development
performance is secondary data contained in the Strategic Plan and Work Plan of
Regional Apparatuses and Regional Apparatuses Performance Reports. Meanwhile,
to analyze the influence of Regional Original Income, General Allocation Funds,
Revenue Sharing Funds, and Gross Regional Domestic Product on HDI, panel data
from the Data Portal of the Directorate General of Fiscal Balance, Ministry of
Finance of the Republic of Indonesia, and the Central Bureau of Statistics for
the 2013–2021 period is used. The method used in this study employed a
quantitative descriptive analysis method through Ex-Post Evaluation and
Multiple Linear Regression, with the Fixed Effects Model (FEM) as the preferred
approach model. The results of the Ex-Post evaluation analysis show that the
Health Authorities program indicators were not met in Yogyakarta City,
Gunungkidul Regency, Bantul Regency, and Kulon Progo Regency, while the
Education Authorities program indicators were not met in Yogyakarta City, Kulon
Progo Regency, and Gunungkidul Regency. The results of the regression analysis
show that Regional Original Income, General Allocation Funds, Revenue Sharing
Funds, and Gross Regional Domestic Product all simultaneously have a
significant effect on HDI, but partially only the Regional Original Income and
Gross Regional Domestic Product variables have a positive and significant
effect.
Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Produk Domestik Bruto Atas Harga Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK), Ex-Post Evaluation, Regresi Linear Berganda, Daerah Istimewa Yogyakarta