Laporkan Masalah

Hubungan Suhu, pH, dan Pengaruh Keberadaan Ternak terhadap Kepadatan Nyamuk Ae. albopictus Berbasis Ovitrap di Kapanewon Banguntapan, Bantul

Ortisa Ristya Arnesti, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo

2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Indonesia dengan iklim tropisnya menyebabkan tingginya persebaran pernyakit menular oleh vektor terutama nyamuk Aedes sp. yang berperan dalam penyakit DBD. Peran nyamuk sebagai vektor dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti kepadatan nyamuk, habitat yang sesuai sebagai tempat perkembangbiakan, dan ketersediaan makanan berupa darah manusia maupun ternak atau zat manis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara suhu dan pH serta pengaruh keberadaan ternak terhadap indeks kepadatan nyamuk Ae. albopictus di Kapanewon Banguntapan. Pengkoleksian dilakukan dengan memasang 119 ovitrap pada tujuh kelurahan selama seminggu kemudian telur yang terperangkap ditetaskan dan dilakukan identifikasi berdasarkan morfologinya. Hasil perhitungan menunjukkan Kapanewon Banguntapan tergolong dalam kategori 3 atau sedang. Tingginya populasi nyamuk dikarenakan kondisi lingkungan yang mendukung, terbukti pada hasil pengukuran terhadap suhu dan pH menunjukkan hasil 29°C – 29,8°C dan pH 7,06 – 7,23 yang merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan larva nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan hubungan atau korelasi lemah antara suhu dan pH terhadap hasil ovitrap, sementara keberadaan ternak tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil ovitrap.

Indonesia’s tropical climate causes a high spread of diseases that are transmitted by vectors, especially the Aedes sp. mosquito which plays an important role in dengue fever. Mosquito’s roles as vectors is influenced by several factors, such as mosquito density, suitable breeding sites, and the availability of food sources. This study is intented to explain the correlation between temperature, pH and the effect of livestock’s presence on the Ae. albopictus density index in Kapanewon Banguntapan. The collection was carried out by installing 119 ovitraps in seven sub-districts for a week, then the trapped eggs were hatched and identified based on their morphology. The calculation indicate that Kapanewon Banguntapan belongs to category 3 or moderate. This high mosquito population are due to favorable environmental conditions, as evidenced by the results of temperature and pH measurements showing a range of 29°C – 29.8°C and pH 7.06 – 7.23 which are ideal conditions for the growth of their larvas. Analysis of temperature and pH with ovitrap shows a weak correlation, while analysis of the presence of livestock provides the result that there is no significant effect.

Kata Kunci : Ae. albopictus, keberadaan ternak, kepadatan nyamuk, pH, suhu, livestock’s presence, mosquito density, temperature

  1. S1-2023-439048-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439048-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439048-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439048-title.pdf