Laporkan Masalah

Efektivitas pengelolaan sampah padat di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

FIKRI, Gurnia, Dr. Yeremias T. Keban

2003 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Sejalan dengan berkembangnya Propinsi DKI Jakarta yang dikategorikan sebagai Kota Metropolitan karena jumlah penduduknya kurang lebih 9.600.000 jiwa, karakteristik sampah pun turut berubah. Semakin bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah produksi sampah di kota itu. Sampah yang semakin banyak jumlahnya itu akan menjadi suatu masalah apabila tidak di kelola dengan baik. Timbulan sampah yang tidak terurus akan menyebabkan berkembang biaknya sumber-sumber penyakit. Secara administrasi pengelolaan sampah padat memerlukan sistem pengelolaan yang efektif, efesien dan ekonomis dalam pendayagunaan biaya, tenaga, sarana, peralatan yang ada namun sistem pengelolaan sampah padat ini banyak juga tergantung pada peranserta masyarakat. Pengelolaan sampah padat perkotaan dengan demikian menjadi hal yang penting untuk dibenahi, atas dasar itu dilakukan penelitian yang bertujuan: 1) Untuk mengetahui efektivitas pengelolaan sampah padat yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan sampah padat di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yaitu faktor internal yang meliputi sumber daya yang tersedia, manajemen pengelolaan, institusi pengelolaan serta faktor eksternal yang meliputi kondisi sosial dan ekonomi, partisipasi masyarakat dan dukungan dinas instansi lain. Penelitian ini bersifat diskripsi dengan analisa data secara kualitatif, oleh karena itu pembahasannya dilakukan dengan cara menggambarkan dan menginterpretasikan kondisi objek penelitian berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian baik berupa data sekunder yaitu dokumen-dokumen yang berasal dari Dinas Kebersihan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan instansi atau unit kerja terkait serta data primer yang didapatkan dengan cara wawancara mendalam dengan para pejabat atau pihak-pihak yang berkompeten. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Sumber daya yang tersedia sudah cukup memadai untuk mendukung keberhasilan Dinas Kebersihan dalam mengatasi timbulan sampah, 2) Manajemen pengelolaan sampah berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas Kebersihan, 3) Institusi pengelolaan sampah belum dapat berjalan dengan efektif dalam hal mengatasi timbulan sampah, 4) Dukungan dari swadaya masyarakat dan dukungan dari pihak pengusaha industri atau swasta sudah sangat baik, 5) Rendahnya partisipasi masyarakat dalam kebersihan lingkungan terjadi karena memang Dinas Kebersihan kurang memberikan contoh dan sosialisasi atau penyuluhan, 6) Dinas atau instansi lain telah memberikan dukungan kepada Dinas Kebersihan dengan berbagai bentuk. Maka pelaksanaan pengelolaan sampah padat di DKI Jakarta saat ini sudah cukup efektif atau cukup berhasil dalam upayanya mengatasi timbulan sampah yang terjadi kendati masih adanya masalah yang harus diselesaikan dari masingmasing faktor. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah padat maka disarankan : Perlu dibentuk forum koordinasi pengelolaan sampah padat, Penyuluhan kepada masyarakat perlu ditingkatkan secara terus menerus dan berkesinambungan, Pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan sampah padat hendaknya dapat dipenuhi sebagai kebutuhan yang bersifat prioritas, dan Pemda DKI Jakarta harus memiliki TPA yang berada di wilayahnya.

As the development of the Province of Special Capital District of Jakarta which is categorized as metropolitan city because of the number of it’s citizen are approximately 9,600,000, the waste characteristic is also changed. As the increasingly improvement of the number of citizen, it also increases the waste production amount in that city. The waste amount which become larger and larger will be a problem if it is not managed well. Waste emergence which is not treated will cause proliferation of disease sources. Administratically the cleanliness treatment needs effective, efficient and economical treatment system on the efficiency of costs, powers, tools, available equipment but this solid waste treatment system also very depends on the public participation. The city solid waste treatment therefore become an important thing to be tide up, based on that it was done a research which was objectived : 1). To know the effectivity of solid waste treatment done by Cleanliness Department of the Special Capital District of Jakarta, 2). To analyze factors that influenced the effectivity of the cleanliness treatment at Special Capital District of Jakarta, those are internal factors including available rsources, handling management and management institution, and the external factors including social and economical conditions, people participations and the supports of other institutions. This research is descriptive with qualitative data analysis, thereby its discusion was done by figuring and interpreting the research object condition based on the data obtained during investigation both secondary data from documents from Cleanliness Department of Special Capital District of Jakarta and related instance or working unit and primary data obtained by deep interview with officials or person competenced. The result of the research show that : 1). The available resources have been sufficient enough to support the success of the Cleanliness Department on overcoming the waste emergence, 2) The waste treatment management work appropriately with the purpose wanted to gain by Cleanliness Department, 3) The waste treatment institution have not could work effectively on overcoming the waste emergence, 4) Supports from public innate energy and support from industrial or private entrepreneurs have been very well, 5) The low of the public participation on environment cleanliness was occurred because the Cleanliness Department was really not sufficiently giving example and socialization (scout), 6) The Department or other institution have gave support for Cleanliness Department in several form. Therefore the implementation of solid waste treatment in Special Capital District of Jakarta have been effective enough or successful enough on its effort to overcome the waste emergence occurred although there are still some problems to be overcame from each factors. To increase the effectivity of the solid waste treatment it is suggested that: It is necessary to be established a coordination forum of solid waste treatment, Scouting to the public is important to be continually and sustainably increased, Procurement of the solid waste treatment tools and infrastructures should be fulfilled as the priority need, and the Regional Government of Special Capital District of Jakarta must have Last Wasting Place in its territory.

Kata Kunci : Sampah, Pengelolaan sampah padat, Efektivitas, Waste, Solid waste treatment, Effectivity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.