Jaringan kerja antar Pemda, Swasta dan Masyarakat dalam pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Kepulauan Riau
ZULFAH, Dahlia, Prof.Dr. Moeljarto Tjokrowinoto
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikSinergi pemerintah daerah, swasta dan masyarakat dalam mewujudkan pelaksanaan kepemerintahan yang baik (good governance) dewasa ini menjadi salah satu agenda menuju reformasi birokrasi dan administrasi publik. Pemerintah akan menghadapi masyarakat yang semakin cerdas (knowledge based society) dan masyarakat yang banyak tuntutan (demanding community). Didalam masyarakat yang plural, peran pemerintah akan semakin menyempit serta tidak lagi mendominasi dan monopolistik tetapi lebih kepada memberdayakan (empowering) peran swasta dan masyarakat terutama dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi makro dan mikro. Peran pemerintah daerah sebagai regulator, stabilitator dan fasilitator juga sangat diperlukan sebagai penguasa wilayah untuk menjembatani dan menyeimbangi antara kepentingan pelaku bisnis dan kepentingan masyarakat agar tidak menimbulkan distorsi dan stagnasi. Industri pariwisata sebagai salah satu mata rantai perekonomian dalam pengelolaannya tidak akan terlepas dari ketiga aktor (tripartit) tersebut, namun dalam menjalankankan perannya tidak akan terlepas dari kondisi sosial politik dan sosial budaya didaerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa bentuk-bentuk kerjasama antar Pemda,swasta dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Riau dalam mengelola industri pariwisata dan untuk memahami peran dari masing-masing pelaku serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola kerjasama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Sebagai sumber data dan populasinya adalah yang mewakili pemerintah daerah seperti Bupati dan pejabat dinas/instansi terkait yang ada hubungan dengan pariwisata, para pelaku bisnis pariwisata dan masyarakat peduli wisata dengan menggunakan sample bertujuan (purposive sampling) yang ditentukan pada orang-orang tertentu saja. Dari hasil analisis dan pembahasan ditemukan bahwa bentuk kerjasama yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Riau dalam mengelola industri pariwisata akibat dari kerjasama bilateral antar Pemerintah RI dan Pemerintah Singapura, Pemda hanya menerima dampak dari kerjasama dimaksud dalam hal kontribusi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak hotel dan restoran, dalam hal pemilikian saham Pemda Kabupaten Kepulauan Riau tidak memiliki sama sekali Sedangkan bentuk kerjasama yang lainnya dalam mengembangkan ekowisata masih berada dalam kawasan ekonomi eksklusif P.Bintan. Efek rembesan (trickle down effect) dari kedua bentuk kerjasama tersebut secara tidak langsung memberikan dampak yang positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat namun belum merata disetiap daerah. Disarankan kepada Pemda Kabupaten Kepulauan Riau untuk lebih meningkatkan pariwisata sebagai sektor andalan (leading sector) dengan membuat beberapa kebijakan kerjasama dimana Pemda bukan hanya sebagai penyedia lahan tetapi ikut memiliki dalam kepemilikan saham dengan prinsip pembagian keuntungan (positive sum game) dengan demikian tidak hanya Pemda memperoleh kontribusi PAD tetapi perolehan bagi hasil,serta masyarakat akan diuntungkan dengan adanya efek imbasan kebawah (trickle down effects).
The significant local government, private, and society to create a good governance now days become one of purposes to achieve public administration and beurochratic reformation. The government will have knowledge based society and demanding community. In plural community the role of government will eliminate in which they do not dominate and monopolize but they intend to empowering private movement and society especially they grow macro and micro sectors. The local government roles as regulator, stable factor, facilitator that are needed as local government to facilitate and to balance among business ones and society needed in order that there will not emerge stagnation and distortion. Tourism industry as an economic systems in managing is not out of three actor or “tripartiteâ€, but in becoming their roles they will be connected from politic and social culture in region. This research aimed to describe and to analyze networking among local government (Pemda), private and society in the regent of Ria u Island in managing tourism industry and in understanding each role business one so it could identify all factors networking system. The method used in this research was qualitativedescriptive using collecting data technique in-depth interview, observation and documentation. As data sources and its population were representative local government such as regent and all officers in relation to tourism, tourism practice and tourism cared society using purposive sampling determined by special one. From the result of analysis and discussion were founded that the networking done in the regent of Kepulauan Riau in managing tourism industry in relation between Indonesian and Singapore, local government had only received contribution “Pendapatan Asli Daerah†from tax of hotel and restaurant. To have share local government the regent of Kepulauan Riau did not own it at all, while other relationship to develop tourism was still exclusive economic area of Bintan Island. Trickle down effect of the both relationships gradually gave positive effect for developing society economic, although it did not spread in all regions. It is suggested that local government the regent of Riau Island was to enhance tourism aspect much more as leading sector by making such policies relationship where local government did not become receiver but also the government had become share owner with positive sum game. Not only local government had gotten some contributions “Pendapatan Asli Daerah†but also society would have advantages because of trickle down effect.
Kata Kunci : Pemda TkII,Kerjasama Pengembangan Pariwisata, Kepulauan Riau, District government, Tourism Development Cooperation, Riau Islands