PRIMER SRY A 4 (172bp) UNTUK DETEKSI GEN PENYANDI JENIS KELAMIN JANTAN PADA STRAW YY SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE POLYMERASE CHAIN REACTION (qPCR)
Wanodya Karahayon, Dr. drh. Asmarani Kusumawati, M. P.
2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Sapi potong adalah
sumber daya ternak yang merupakan salah satu penyedia protein hewani terbesar di
Indonesia. Konsumsi dan kebutuhan masyarakat akan pemenuhan produk daging sapi terus
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini membuat Indonesia harus
mengimpor daging sapi setiap tahunnya disebabkan karena peternakan sapi dalam negeri
belum dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Mengatasi hal ini, dilakukan
teknik Inseminasi Buatan (IB) yang dapat menjadi solusi untuk dapat meningkatkan
produksi daging sapi dalam negeri. Peningkatan dari nilai Inseminasi Buatan
tersebut dilakukan dengan metode pemisahan spermatozoa X dan Y (sexing)
dengan menggunakan Bovine Serum Albumine (BSA). Namun, tingkat keberhasilan
pemisahan spermatozoa X dan Y dengan menggunakan BSA ternyata belum
dapat mencapai tingkat keberhasilan 100%. Dalam penelitian ini, verifikasi kesesuaian
semen hasil sexing dilakukan dengan Quantitative Polymerase
Chain Reaction (qPCR)/Real-time PCR yang merupakan suatu prosedur
sexing yang dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi persentase
pemisahan sperma X dan Y dengan lebih cepat tanpa harus menggunakan konfirmasi elektroforesis.
Penelitian ini dilakukan dengan membuktikan hasil sexing straw YY sapi Peranakan
Ongole (PO). Proses desain primer dilakukan pada laman Primer3plus dan proses
verifikasi molekuler dilakukan dengan menggunakan metode qPCR. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa primer SRY A 4 (172bp) dapat mengamplifikasi
gen target secara spesifik.
Beef cattle are
livestock resources that are one of the most important sources of animal
protein in Indonesia. Beef consumption and people's needs for beef products are
increasing year after year. As a result, Indonesia must import beef every year
because domestic cattle farms are unable to meet domestic beef demand. To overcome
this, an Artificial Insemination (IB) technique is carried out, which can be a
solution to increase domestic beef production. The increase in the value of Artificial
Insemination was carried out by the method of X and Y spermatozoa separation using
Bovine Serum Albumine (BSA). However, the success rate of separating X and Y
spermatozoa using BSA has not yet reached 100%. In this study, verification of
the suitability of semen from sexing was carried out using Quantitative
Polymerase Chain Reaction (qPCR)/Real-time PCR, which is a sexing procedure
that can be used to increase the percentage accuracy of X and Y sperm
separation more quickly without having to use conformational electrophoresis.
This research was conducted by proving the results of sexing straws of Ongole
Crossbreed (PO) YY cattle. The primer design process was carried out on the 3
plus primer page and the molecular verification process was carried out using
the qPCR method. The results showed that the primer SRY A 4 (172 bp) could amplify
the target gene specifically.
Kata Kunci : Sapi Peranakan Ongole (PO), qPCR, BSA, Primer SRY