Laporkan Masalah

Analisis Keuangan Daerah Propinsi Gorontalo

MATONA, Sri wahyuni Daeng, Dr. Samsubar Saleh, MA

2003 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Tujuan pelaksanaan Otonomi salah satunya memberikan peluang bagi kemandirian daerah untuk mengelola keuangannya sendiri melalui pelimpahan kewenangan dalam bentuk desentralisasi fiskal. Hal ini memberikan implikasi penting terhadap kinerja keuangan Gorontalo sebagai salah satu propinsi termuda dalam rangka usahanya untuk membangun kemandirian fiskal daerah. Namun kenyataan yang terjadi selama ini banyak permasalahan yang harus dihadapi daerah termasuk Gorontalo dalam membangun kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini selain bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan Propinsi Gorontalo yang dijelaskan oleh analisis terhadap derajat desentralisasi fiskal, kebutuhan fiskal, kapasit as fiskal, dan posisi fiskal dengan mencari koefisien elastisitas PAD terhadap PDRB, juga bertujuan untuk menganalisis bagaimana prospek keuangan daerah yang dijelaskan melalui potensi dan manajemen keuangan daerah Propinsi Gorontalo. Prospek keuangan daerah yang dijelaskan dengan analisis terhadap potensi dan manejemen keuangan daerah merupakan variabel independent yang mempengaruhi kemampuan keuangan daerah Gorontalo sebagai variabel dependent dengan pendekatan metode penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan kemampuan keuangan daerah Gorontalo masih sangat rendah bila dibandingkan dengan kapasitasnya sebagai daerah propinsi yang diukur dari kinerja keuangan berupa rasio PAD terhadap TPD 7.71%, BHPBP terhadap TPD 6.98%, Sumbangan terhadap TPD 79.79%, kebutuhan fiskal, kapasitas fiskal, serta posisi fiskal untuk tahun 2002 berturut-turut adalah 2.99, 3, dan 6.56%. Untuk memperkuat prospek keuangan daerah, Pemerintah Daerah Propinsi Gorontalo berusaha mengidentifikasi dan selanjutnya mensinergikan kekuatan dan kelemahan yang ada dengan cara pengoptimalan pengelolaan potensi ekonomi/keuangan yang akan diwujudkan melalui tiga program unggulan pembangunan Propinsi Gorontalo, yaitu; Peningkatan kualitas SDM, pembangunan pertanian, serta pembangunan kelautan. Dalam hal manajemen keuangan daerah, telah dilakukan perbaikan melalui reformasi keuangan dengan diterapkannya sistim anggaran berbasis kinerja, pengembangan kapasitas dan penataan kelembagaan, serta pengembangan aspek pengawasan dan pengendalian. Untuk membangun kemandirian fiskal dalam rangka otonomi daerah yang dititikberatkan pada tingkat kemampuan PAD dapat dilakukan melalui upaya optimalisasi dan perluasan tax base pajak/retribusi dalam arti mencari dan menggali sumber-sumber pendapatan baru bagi penerimaan pajak/retribusi, serta pengelolaan asset property daerah seperti pelepasan atau penyewaan kekayaan (gedung,tanah,infrastruktur) yang dimiliki pemda kepada pihak luar/swasta dalam rangka efektifitas dan efisiensi yang diwadahi oleh suatu komitmen yang solid baik dari eksekutif maupun legislative, dilindungi oleh kekuatan hukum, serta ditunjang oleh aspek pengawasan dan pengendalian yang terpadu.

Target of Autonomous execution, one of them give the opportunity to regional independence to manage its own finance through the what overflows of authority in the form of fiscal decentralization. This matter give the important implication to performance of finance Gorontalo as one of the young province in order to its effort to develop the independence of fiscal region. But fact the happened during this time many problems which must be faced by the region of including Gorontalo in developing fiscal independence of region. This research besides aim to analyse the ability finance of Province Gorontalo which explained by analysis to degree of fiscal decentralization, fiscal need, fiscal capacities, and fiscal position with searching coefficient of elasticity PAD to PDRB, also aim to analyse how prospect of region finance which explained through the potency and management finance of Province Gorontalo. Prospect of area Finance explained with the analysis to potency and manejemen of area finance represent the variable independent influencing ability of finance of area Gorontalo as variable dependent with the approach of research method having the character of descriptive qualitative. From research result conducted show the ability finance of region Gorontalo still very low if compared by its capacities as province region which measured from finance performance in the form of ratio PAD to TPD 7.71 %, BHPBP to TPD 6.98 %, contribution to TPD 79.79 %, fiscal need, fiscal capacities, and fiscal position for the year of 2002 successively is 2.99 , 3 , and5.65 %. For strengthen the prospect of regional finance, local government of Province Gorontalo try to identify and then to made weakness and strength by optimize management of economic potency to be realized with three pre-eminent program development of Province Gorontalo, that is ; Make-up of quality Human resource management, agriculture development, and also oceanic development. In the case of management regional finance, have been conducted a repair through the finance reform appliedly of performance budgeting system, development of capacities and institute settlement, and development of controlling system. To increasing independence fiscal in order regional autonomy which emphasized at level of PAD ability can be conducted through effort the optimalitation and extension of regional tax and regional retribution, and also management of asset property region by komitmen either from executive and legislative, under the aegis of legal force, and also supported by controlling system

Kata Kunci : Keuangan Daerah,Pemda TkI,Propinsi Gorontalo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.