Laporkan Masalah

EKSPEKTASI KEBERLANJUTAN PENDIDIKAN PADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN (Studi Kasus : Keluarga Miskin di Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus)

Setiyo Nugroho, Dr. Umi Listyaningsih, M.Si. ; Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A.

2023 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Program Keluarga Harapan (PKH) telah dilaksanakan sejak tahun 2007 sebagai program penanggulangan kemiskinan yang berfokus pada peningkatan kualitas generasi penerus dengan mendorong partisipasi penduduk miskin pada pendidikan. Kesadaran keluarga miskin untuk berinvestasi dalam bidang pendidikan ditunjukkan oleh perubahan ekspektasi mereka terhadap keberlanjutan pendidikan. Memahami ekspektasi keberlanjutan pendidikan di antara keluarga penerima PKH sangat penting untuk mengevaluasi dampak program tersebut. Selain itu, mempelajari pengaruh kondisi sosial-ekonomi terhadap ekspektasi pendidikan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai masalah yang dihadapi keluarga miskin. Penelitian ini dilakukan sebagai studi kasus di Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus, yang merupakan daerah miskin dan representasi daerah terpencil dengan fasilitas pendidikan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan memberikan referensi tambahan dalam evaluasi kebijakan dan efektivitas PKH yang telah berjalan selama 15 tahun hingga tahun 2022.

Penelitian ini menggunakan data primer dari dua kelompok: keluarga penerima PKH (kelompok intervensi) dan keluarga non-PKH (kelompok kontrol). Analisis membandingkan ekspektasi pendidikan kedua kelompok secara kuantitatif, dan pengaruh kondisi sosial-ekonomi terhadap kelompok intervensi diteliti menggunakan uji regresi logistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PKH memiliki dampak positif dalam meningkatkan ekspektasi pendidikan keluarga penerima manfaat. Analisis menunjukkan ekspektasi pendidikan yang signifikan lebih tinggi di kalangan keluarga penerima PKH dibandingkan dengan keluarga non-PKH, terutama ketika faktor bantuan pendidikan lainnya dikecualikan. Keluarga penerima PKH diperkirakan 10,269 kali lebih mungkin untuk mengharapkan anak-anak mereka lulus dari perguruan tinggi dibandingkan keluarga non-PKH. Faktor sosial-ekonomi, seperti jenis kelamin dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga, kepemilikan tabungan/aset untuk pendidikan, akses internet dalam 3 bulan terakhir, dan partisipasi dalam pembinaan P2K2, berpengaruh pada ekspektasi pendidikan keluarga penerima PKH. Namun, perlu diperhatikan bahwa meskipun memiliki ekspektasi yang tinggi, keluarga penerima PKH di Pulau Tabuan masih menghadapi kendala dalam memastikan anak-anak mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

The Indonesian Conditional Cash Transfer (PKH) has been implemented since 2007 as a poverty alleviation program that focuses on improving the quality of the next generation by encouraging the participation of the poor in education. The awareness of poor families to invest in education is reflected in changes in their expectations of educational continuation. Assessing these educational expectations among PKH beneficiaries is vital to evaluate the program's impact. Moreover, examining the influence of socio-economic conditions on educational expectations provides a better understanding of the problems faced by poor families. The research was conducted as a case study on Tabuan Island in Tanggamus Regency, a poverty-stricken area and a representation of remote areas with inadequate educational facilities. This study serves as an additional reference for assessing the policies and effectiveness of PKH, which has been implemented for 15 years by 2022.

The study used primary data from two groups: PKH beneficiary families (intervention group) and non-PKH families (control group). The analysis compared the expectations of both groups quantitatively, and the influence of socio-economic conditions on the intervention group was examined using logistic regression tests. The findings reveal that PKH has a positive impact on increasing the educational expectations of beneficiary families. The analysis showed significantly higher educational expectations among PKH families compared to non-PKH families, particularly when excluding other forms of educational assistance. PKH beneficiaries are estimated to be 10,269 times more likely to expect their children to graduate from college than non-PKH families. Socio-economic factors, such as the gender and education level of the family leader, ownership of savings/assets for education, internet access in the last 3 months, and participation in P2K2 counseling, have influenced the educational expectations of PKH beneficiary families. However, it is concerning that despite having high expectations, PKH beneficiary families on Tabuan Island face challenges in ensuring their children's access to college education.

Kata Kunci : penanggulangan kemiskinan, ekspektasi keberlanjutan pendidikan, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Tunai Bersyarat, investasi pendidikan /poverty alleviation, education continuity expectations, the Indonesian Conditional Cash Transfer (PKH), educatio

  1. S2-2023-484386-abstract.pdf  
  2. S2-2023-484386-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-484386-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-484386-title.pdf