Laporkan Masalah

Implementasi Program Diklat Teknis fungsional Pada Badan Diklat Daerah Propinsi Jambi

IRSADI, Prof.Dr. Miftah Thoha

2003 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam penelitian tentang Implementasi Program Diklat Teknis Fungsional pada Badan Diklat Daerah Propinsi Jambi, masalah yang dirumuskan untuk diteliti adalah (1) Mengapa penyelenggaraan Diklatda belum sesuai dengan tuntutan kebutuhan organisasi, (2) Bagaimana implementasi hasil program Diklat Teknis Fungsional dalam pengembangan pegawai Badan Diklatda Propinsi Jambi dan (3) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Program Diklat Teknik Fungsional tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan studi dukumentasi, wawancara serta observasi di Badan Diklatda Propinsi Jambi. Melalui teknik ini, akan digambarkan seluruh data atau fakta yang diperoleh dengan mengembangkan kategori-kategori yang relevan dengan tujuan penelitian dan penafsiran terhadap hasil analisis deskriptif dengan perpedoman pada teori-teori yang sesuai. Adapun hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan, sebagai berikut (1) Implementasi Program Diklat Teknis Fungsional pada Badan Diklat Daerah Propinsi Jambi belum menunjukkan hasil yang optimal, mengingat tiga aspek yang menjadi ukuran efektivitas pelatihan belum terpenuhi dengan baik. Di antara ukuran tersebut adalah persepsi peserta yang masih relatif rendah terhadap pelaksanaan pelatihan, penguasaan materi serta kemampuan mentransfer ke dalam pekerjaan yang masih minim serta pengaruh pelatihan terhadap perubahan perilaku pegawai yang belum signifikan. (2) Faktor yang mempengaruhi implementasi Program Diklat Teknis Fungsional pada Badan Diklat Daerah Propinsi Jambi, diantaranya adalah sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana dan prasarana serta struktur birokrasi. Minimnya sumber daya manusia yang siap untuk bela jar dan melakukan transfer pengetahuan ke dalam pekerjaan secara baik menjadikan kegiatan diklat menjadi kehilangan nilai manfaatnya bagi peningkatan keterampilan serta mentalitas pegawai. Sementara minimnya anggaran pendidikan relatif membatasi kesempatan bagi pegawai yang lebih banyak untuk mengikuti program pendidikan. Sarana dan prasarana disini menyangkut kurikulum materi yang masih perlu disempurnakan serta jumlah instruktur yang masih kurang. Sedangkan struktur birokrasi masih menciptakan garis koordinasi dan kewenangan yang kurang tegas.

In the research about The Implementation of Training and Practising Program on Training and Practising Divison on Province of Jambi, problems stated to researched are (1) Why Training and Practising Program does not suit yet with organization’s needs, (2) How the implementation of training and practising program results for staff development on Training and Practising Divison and (3) What factors influence for an implementation success of Training and Practising Program. The method used is qualitative descriptive with documentation study, interview and observation on Training and Practising Divison on Province of Jambi. This technique will describe all of datas and facts which gotten by develop some relevant categories with research’s goal and interpretation on results based on to it’s theories. The results concluded, such as (1) The Implementation of Training and Practising Program on Training and Practising Divison on Province of Jambi doesnot show yet a result optimally accoring to three aspects as an efectivity measurement of training. They are worse perception of staffs to training execution, staff’s ability is not good enough to transfer training results on their job and the effects of training is not significant to behaviour change on staff. (2) The factors influence implementation of training and practising program on training and Practising Divison on Province of Jambi are human resources, financial resources, equipments and beaurocratic structure. The lack of human resources who ready for learning and transfering knowledge to their jobs make the benefit of this program decreased to increase staff’s skill. While the lack of education budget decrease the staff’s opportunity to join with this education programs. The equipment included material curriculum is necessary to improved and sum of instructor is not enough. While the beaurocratic structure still create weak coordination and responsibility lines.

Kata Kunci : Kebijakan Kepegawaian,Diklat Teknis Fungsional, Training and practising program, resources and beaurocratic structure.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.