Implementasi Program Beras Untuk Keluarga Miskin (RASKIN) di Kabupaten Boyolali Tahun 2003
SUBROTO, Dr. Nasikun
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikData penduduk Kabupaten Boyolali pada tahun 2003 memiliki jumlah penduduk 943.457 jiwa. Jumlah kepala keluarga 232.721. Jumlah kepala keluarga miskinnya 97.892, yang tersebar di 267 Desa dan 19 Kecamatan. Jumlah keluarga miskin tersebut mengalami penuruna n dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 1999 turun 1,24% , akhir tahun 2001 tercatat turun 2,35% sedangkan tahun 2002 turun 3,40%. Jumlah KK miskin tersebut akan mendapatkan alokasi beras sebesar 128.440 kg setiap bulanya. Kemiskinan tersebut diperburuk oleh kenaikan harga dan inflasi, musim kemarau dan kegagalan panen .Sehingga daya belinya menurun, berkurangknya konsumsi bahan pangan yang akan mengganggu pendidikan, kesehatan. Maka perlu memulihkan kecukupan pangan, menciptakan kesempatan kerja, menciptakan pelayanan kesehatan, pendidikan, menciptakan kegiaan ekonomi untuk keluarga miskin. Untuk memulihkan kecukupan pangan, pemerintah membuat kebijakan program raskin sebagai kelanjutan program JPS. Sehubungan dengan itu implementasi program raskin perlu diteliti dan dikaji dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara yang intensif kepada KK miskin dan satgas raskin, kemudian di cek kebenaranya melalui teknik trigulasi, analisis dengan menggunakan metode deskriptif kualiatatif dan kuantitatif, teori implementasi kebijakan dari Gogin, Rondinely, Shemma dan Grindle dan teori kemiskina Michael Todaro. Selanjutnya akan dapat diketahui solusi terbaik berupa langkah kebijakan bagi upaya peningkatan dan mensukseskan program Raskin. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program raskin ada yang tidak sesuai dengan ketentuan yang di putuskan dalam kebijakan. Sehingga untuk meningkatkan keberhasilan program raskin perlu memperbaiki kriteria keluarga miskin, mempertegas sangsi pelanggaran progaram raskin , meningkatkan kejujuran, kedisiplinan dan menambah insentif satgas raskin di berbagai tingkatan baik tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Rendahnya tingkat pemahaman isi kebijakan raskin oleh satgas raskin dan KK miskin, misalnya tujuan dan kriterian penerima raskin , menjadikan sasaran raskin tidak sesuai dengan ketentuan. Penyimpangan desain oleh petugas ditingkat desa dan RT, menyebapkan implementasi raskin tidak berhasil sukses sebagai mana tujuan dan sasaran dari kebijakan program rakin. Implementasi raskin dipengaruhi oleh kejelasan isi kebijakan raskin dan lingkungan kebijakan raskin. Solusi mengatasi penyimpangan desain dengan pembenahan indikator KK miskin yang lebih obyektif dan meningkatkan insentif, kedisiplinan, ketegasan, kepatuhan pelaksana kebijakan raskin. Pelanggaran implementasi raskin harus mendapatkan hukuman tegas dengan dikenai hukuman pidana dan perdata.
The data of people in Boyolali regency in 2003 are about 943.457 people. The number of whole family there are 232.171 families.The number of the poor family are aboaut 97.892. And for know, they are widely in 267 Villages and 19 regencies. In 1999, the decrease is bout 1.24%. In the end of 2001, the descries in about 2,35 %. And in 2002, the descries is boaut 3,40 % . But they don not have to wory, because that number of poor families will bi given abaout 128.440 kg of rice allocations every month. Leter these kinds of poverty get worse and worse. And it is all because the increase of price and also cause the poverty. They have no more capacity to buy things, As the result, they are in short of food. They are starving. Of Course we cannot deny that these problem letter will lead them to health problems. Considering all cases above, government should pay more attention in creaseing the change of working and developing the poor families life. In the case government then try to implement the try to implement JPS programmed. Releted to this JPS programmed, government will also have to make a data research by collecting aal data throungh observatio and interview. After that, they need to check the valid of this research throught analisys with qualitative an quntitative methods. Besides that the Gogin, Rondenely, Shemma, Grindle and Michel Todaro’ theories can also be implemented. By doing sunch things, we will find out the best solution in this case. The result of this research shows that the most of implementation of this Raskin programmed are not in right way. Therefore. In order to get succes in this programme, we will have to repair the methodes by striking the regulations. Honesty and disipline among the society are also needed here. And therfore they are all necessary to be improved. Besides that we have to realize that the defiation done by the officier and government will also lead us to failure. It is aal because, as we know , these programmes ara totally dependent to them and their surroundings. Finally, the best solution we can take is bay upgrading the partisipation, honesty, and also disipline of the poor families. One of the examples is if some one breaks this rule, then will be a punishment for him or her for sure.
Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah,Implementasi RASKIN