KEJADIAN INFEKSI KOKSIDIA PADA PETERNAKAN KAMBING RAKYAT DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Dwi Boban Damara Damanik, Dr. drh. Irkham Widiyono
2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Aktivitas memelihara kambing telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Dalam pemeliharaan kambing, tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh peternak termasuk adanya penyakit. Salah satunya adalah infeksi koksidia yang menyerang epitel intestinum.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh manajemen pemeliharaan kambing terhadap kejadian infeksi koksidia berdasarkan jenis alas kandang pada ketinggian wilayah tertentu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan 60 ekor kambing Bligon sebagai parameter pemeliharaan. Dilakukan pemeriksaan parasitologik terhadap sampel feses kambing menggunakan metode Whitlock. Data dikelompokkan dan diolah menggunakan Uji Chi-Square (X2) untuk mendapatkan analisis deskriptif dan analisis statistik.
Berdasarkan ketinggian wilayah, kejadian infeksi koksidia pada daerah kurang dari 400 mdpl sebesar 63,3% & daerah lebih dari 700 mdpl sebesar 56,7%. Berdasarkan jenis alas kandang, kejadian infeksi koksidia pada jenis alas kandang panggung sebesar 35% & jenis alas kandang lemprak sebesar 25%. Berdasarkan jenis kelamin, kejadian infeksi koksidia pada kambing jantan sebesar 21,7% & pada kambing betina sebesar 38,3%. Ketinggian wilayah (X2=0,598), jenis alas kandang (X2=0,342), dan jenis kelamin (X2=0,102) merupakan faktor yang tidak memberikan hasil yang signifikan (P>0,05) dalam penyebaran oosista yang dapat menyebabkan kejadian infeksi koksidia pada kambing yang dipelihara secara tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta.
The activity of raising goats has been practiced for many years by various segments of Indonesian society. In raising goats, farmers face numerous challenges including the presence of diseases. One of them is coccidial infection that attacks the goat’s intestinal epithelium.
This study aimed to determine the effect of goat raising management on the incidence of coccidial infection based on the goat’s cage-bedding at specific altitudes in Special Region of Yogyakarta using 60 Bligon goats as the raising parameters. Parasitological examination of goat fecal samples was performed using the Whitlock method. The data were grouped and processed using Chi-Square test (X2) to obtain descriptive and statistical analyses.
Based on the altitude of the area, the incidence of coccidial infection was 63.3% in areas under 400 masl and was 56.7% in areas above 700 masl. Regarding the goat’s cage-bedding, the incidence of coccidial infection was 35% in the stage cage-bedding and was 25% in the litter cage-bedding. Based on the sex, incidence of coccidial infection in the male goats were 21.7% and the female goats were 38.3%. The area altitude (X2=0.598), type of cage-bedding (X2=0.342), and the sex (X2=0.102) were not significant factors (P>0.05) in the distribution of the oocyts that might lead to the incidence of coccidial infection in goats that were raised traditionally in Special Region of Yogyakarta.
Kata Kunci : kambing Bligon, kejadian infeksi koksidia, ketinggian wilayah, manajemen pemeliharaan, jenis alas kandang / Bligon goat, incidence of coccidial infection, area altitude, raising management, type of cage-bedding