Laporkan Masalah

Rekrutmen untuk mengisi jabatan struktural dan beberapa faktor yang mempengaruhinya :: Studi kasus rekrutmen pejabat di Pemerintah Kabupaten Nganjuk

YUWONO, Tri, Drs. Bambang Purwoko, MA

2003 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Otonomi daerah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi bagi terselenggaranya pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan yang efektif dan efsien dalam sebuah negara yang tergolong luas wilayahnya dan berpulau-pulau seperti Indonesia. Salah satu kunci keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh profesionalitas aparaturnya dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan serta memberikan pelayanan kepada masyarakatnnya, oleh karena itu proses rekrutmen menjadi pinto utama dalam mendukung terselenggaranya otonomi daerah. Berbekal Perda. 05 s/d 09 tentang tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan, Pemerintah Kab.Nganjuk mencoba melaksanakan rekrutmen tersebut dengan kelebihan dan kekurangannya sebagai tuntutan pelaksanaan otonomi yang terkesan datang dengan tiba-tiba bersamaan lahirnya era reformasi. Berawal dari hal tersebut penelitian ini kurang lebih menggambarkan sebuah proses yang terjadi dalam pelaksanaan rekrutmen untuk mengisi jabatan struktural dan beberapa faktor yang mempengaruhinya di Petnkab. Nganjuk, dengan metode diskripsi dan teknik analitis kualitatif yang didukung oleh teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi berdasarkan data primer dan sekunder penelitian ini mencoba menggambarkan sedalam-dalamnya bagaimana proses rekrutmen tersebut. Dari hasil peneltitian ditemukan bahwa proses rekrutmen bercorak sentralistik (baperjakat/BKD) sehingga tidak ada pelimpahan wewenang ke Unit lain, pertimbangan politis masih sangat mewarnai dalam rekrutmen pejabat struktural pada eselon tertentu.

Regional autonomy is that cant'tersebut be offerred anymore to perform effective and efficient government and development in wide country and archipelage such as Indonesia. One of the successful keys in regional autonomy is determined by qualified apparatus in perfoming government, development also giving better service to its society, so, the process of recruiting becomes first pillar to support regional autonomy. Based on Regional Low 05 to09 about organization and government wor sytem structure, Nganjuk Regency tries to perform recruiting as well as possible as the claim of autonomy perfomance which it suddently comes with reformation era. Based on the fact, This observation tries to depict of a process which happens recruiting perfomance to place structural position also some factors which influent on Nganjuk Regency, discriptionally and qualitative technical analysis which supported by technical data accumulation through observation,investigation and documentation based on primary and scondary data, this research tries to depict as deep as possible on How recruitment process done. Based on the result of research, we find that process of recruiting centralistically perfomed Baperjakat/BKD) so no other power of other unit. Politically desire clearly seen in recruiting process of structural position on certain echelon.

Kata Kunci : Birokrat,Rekrutmen Jabatan Struktural,Bureaucrats, Recruitment Structural Position


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.