Laporkan Masalah

SIASAT PERLAWANAN KOMUNITAS ORANG RIMBA DALAM MENGHADAPI DOMINASI PENGUASAAN PERKEBUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI (HTI)

Verdi Wahyu Cahyadi, Prof. Dr. Setiadi, S. Sos, M.Si

2023 | Tesis | S2 Antropologi

Kehadiran perusahaan perkebunan Hutan Tanaman Industri (HTI)  karet alam, PT. Lestari Asri Jaya (LAJ), dianggap mulai mengancam eksistensi kehidupan Komunitas Orang Rimba yang ada di wilayah Sungai Sumay Selatan TNBT, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Kuatnya tekanan ekspansi dan dominasi penguasaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan, pada akhirnya memicu terciptanya konflik yang berkepanjangan di antara kedua belah pihak. Penelitian ini secara umum membahas tentang dinamika konflik yang terjadi antara Komunitas Orang Rimba dengan perusahaan PT. LAJ. Pembahasan difokuskan pada uraian deskripsi tentang sejarah konflik di antara keduanya, serta bentuk-bentuk siasat yang dilakukan oleh Komunitas Orang Rimba dalam menghadapi upaya dominasi penguasaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi etnografi. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara Komunitas Orang Rimba dengan PT. LAJ telah dimulai sejak tahun 2010, terutama ketika pihak perusahaan mulai melakukan kegiatan ekspansi dan pembukaan lahan (land clearing) secara besar-besaran di wilayah penghidupan (lahan dan hutan) Komunitas Orang Rimba. Keadaan konflik di antara keduanya semakin memanas, ketika pihak perusahaan menetapkan sebagian besar dari wilayah penghidupan tersisa dari Komunitas menjadi kawasan konservasi WCA (Wildlife Conservation Area) di tahun 2018. Sejak awal proses penetapan dan pengelolaan kawasan konservasi WCA, pihak perusahaan mengeluarkan berbagai aturan yang tidak sejalan dengan kepentingan Orang Rimba. Hal tersebutlah yang pada akhirnya membuat konflik di antara keduanya terus berlangsung dan belum menemukan titik penyelesaian win-win solution hingga sampai saat sekarang. Selama keadaan konflik berlangsung, Komunitas Orang Rimba juga melakukan berbagai siasat untuk menghadapi tekanan dan dominasi penguasaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Adapun bentuk-bentuk siasat yang dilakukan oleh Komunitas Orang Rimba, diantaranya yaitu, (1) melakukan perlawanan verbal, (2) merusak berbagai atribut/properti milik perusahaan, (3) membuka lahan dengan sistem merun, (4) Menanam kelapa sawit secara sembunyi-sembunyi, (5) menebang pohon secara sembunyi-sembunyi, (6) melakukan aktivitas sosial-ekonomi di dalam area perkebunan perusahaan, (7) melakukan penguatan klaim wilayah penghidupan tradisional, (8) melakukan politik hubungan kerjasama parohan dengan masyarakat pendatang.

 


 

The presence of Hutan Tanaman Industri (HTI) a natural rubber plantation company, PT. Lestari Asri Jaya (LAJ), was considered to have started to threaten the existence of the Orang Rimba community in the Sumay River area , south of TNBT, Tebo District, Jambi Province. The strong pressure for expansion and domination of control by the company ultimately triggered the creation of a prolonged conflict between the two parties. This research generally discusses the dynamics of conflict that occurs between the Orang Rimba community and PT. LAJ. The discussion focuses on descriptions of the history of the conflict between the two, as well as the forms of resistance carried out by the Orang Rimba Community in the face of attempts by the company to control domination. This research method uses a qualitative research approach with an ethnographic study type. The data collection process was carried out through in-depth interviews, participatory observation, documentation and literature study. The results showed the conflict between the Orang Rimba Community and PT. LAJ has been started since 2010, especially when the company began carrying out expansion and land clearing activities on a large scale in the livelihood areas (land and forests) of the Orang Rimba community. The conflict between the two intensified when the company designated most of the community's remaining livelihood area as a WCA (Wildlife Conservation Area) in 2018. Since the beginning of the process of establishing and managing the WCA area, the company issued various regulations that did not in line with the interests of the Orang Rimba. This is what ultimately makes the conflict between the two continue and they have not found a win-win solution until now. During the conflict situation, the Orang Rimba Community also carried out various strategy to deal with pressure and domination of control by the company. The forms of strategies carried out by the Orang Rimba Community such as: (1) putting up verbal resistance, (2) destroying various attributes/properties of the company, (3) clearing land using the merun system, (4) planting palm oil in secret clandestinely, (5) cutting down trees clandestinely, (6) carrying out socio-economic activities in the company's plantation area, (7) doing strengthening claims on traditional livelihood Areas, (8) Doing the political cooperation relations of parohan with immigrant communities.



Kata Kunci : Masyarakat Adat, Orang Rimba, Konflik, Siasat, HTI

  1. S2-2023-489194-abstract.pdf  
  2. S2-2023-489194-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-489194-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-489194-title.pdf