Laporkan Masalah

ANGKA KEJADIAN PENYAKIT TOKSOKARIASIS PADA PASIEN ANJING DAN KUCING DI KLINIK HEWAN JOGJA PERIODE 2021-2022

Odilia Puan Kusyala Aradhana, Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.

2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Toksokariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Toxocara sp. Toksokariasis banyak terjadi baik di Indonesia maupun dunia. Angka kejadian penyakit di Indonesia mencapai 16,6%–83,3% akan lebih tinggi pada daerah beriklim tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian penyakit Toksokariasis pada pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan Jogja pada periode 2021-2022.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan medical record pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan Jogja mulai tanggal 8 Oktober 2022-11 Januari 2023. Data medical record tersebut diolah menggunakan spreadsheet untuk mendapatkan data kasus Toksokariasis yang kemudian ditabulasi dan dihitung angka kejadian penyakitnya tiap bulan dan tiap tahunnya. Diagnosis Toksokariasis didasarkan pada pemeriksaan klinis dan ditemukannya telur cacing pada feses dengan metode natif.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan angka kejadian Toksokariasis di Klinik Hewan Jogja pada tahun 2021 sebesar 3,46% pada anjing dan 4,18% pada kucing, sedangkan pada tahun 2022 angka kejadian penyakitnya sebesar 1,88% pada anjing dan 1,70% pada kucing. Terjadi tren penurunan angka kejadian Toksokariasis dari tahun 2021 ke tahun 2022 pada anjing maupun kucing. 

Toxocariasis is a disease caused by the infection of Toxocara sp. The disease occurs both locally and globally, with the disease incidence in Indonesia ranging from 16,6 %-83,3% throughout many different areas. The disease is typically higher in more tropical areas. This study aims to identify disease incidence of Toxocariasis in dog and cat patients at Klinik Hewan Jogja in 2021-2022.

This research was based on information from the medical files of patients (dogs and cats) at Klinik Hewan Jogja that has been collected from October 8th 2022 – January 13th 2023. The information is then used to create data from patients who have been diagnosed with Toxocariasis. The data mentioned before then placed into tables and calculated to display the disease incidence of Toxocariasis both monthly and yearly. The diagnose of the disease based on clinical examination and detection of Toxocara sp. eggs from fecal sample that has been collected and examined with native method.

According on the research that has been done, it has been concluded that 3,46% of dogs and 4,18% of cats at Klinik Hewan Jogja had Toxocariasis in 2021. In comparison, the disease incidence in 2022 is 1,88% for dogs and 1,70% for cats. Given the numbers above, it is apparent that there is a downward trend in disease incidence of Toxocariasis in both cats and dogs.

Kata Kunci : Zoonosis, toksokariasis, angka kejadian penyakit, anjing, kucing

  1. S1-2023-439047-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439047-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439047-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439047-title.pdf