SIKAP PETERNAK SAPI TERHADAP PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KABUPATEN SLEMAN
Friyadi Agung Pambudi, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2023 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Masuknya kembali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia setelah 36 tahun bebas dari PMK pada April 2022 dan menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Kabupaten Sleman sebagai penyumbang kasus terinfeksi terbanyak di Provinsi D.I, Yogyakarta. Sebagai langkah monitoring keadaan di masyarakat, diperlukan pengukuran sikap peternak terhadap PMK di Kabupaten Sleman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sikap peternak sapi terhadap PMK di Kabupaten Sleman dan menguji pengaruh antara usia, tingkat pendidikan, lama berternak, dan keikutsertaan dalam penyuluhan tentang PMK dengan tingkat sikap peternak terhadap PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional noneksperimental. Data diambil dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 100 subyek penelitian dengan metode purposive sampling. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah peternak sapi potong di Kabupaten Sleman. Analisis data yang digunakan adalah analisis persentase dan analisis regresi linier berganda. Dari penelitian ini diperoleh tingkat sikap subyek penelitian untuk sikap kognitif 91% pada tingkat baik, untuk sikap afektif 82% pada tingkat baik, dan sikap konatif 87% pada tingkat baik. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi sikap (P?0,1) adalah tingkat pendidikan dan keikutsertaan penyuluhan tentang PMK.
The re-entry of Foot-and-Mouth Disease (FMD) in Indonesia in April 2022 after 36 years of being free from FMD caused an outbreak in the country, with Sleman Regency contributing the highest number of infected cases in Yogyakarta Province. As a means of monitoring the situation in the community, it is necessary to measure the attitudes of cattle farmers towards FMD in Sleman Regency. The purpose of this study is to measure the attitudes f cattle farmers towards FMD in Sleman Regency and to examine the influence of age, educational level, length of cattle faring. And participation in FMD education on their attitudes towards FMD. This study used a non-experimental observational research design with data collected using a questionnaire administered to 100 cattle farmers in Sleman Regency. The data was analyzed using percentage analysis and multiple linear regression analysis. The result of the study indicate that the level of attitude of the study subjects towards FMD is 91% for cognitive attitude, 82% for affective attitude, and 87% for conative attitude, which are all at a good level. The analysis shows that the factor that influence attitude (P?0,1) are educational level and participation in FMD education.
Kata Kunci : Peternak, Sikap, Penyakit Mulut dan Kuku