Laporkan Masalah

Formulasi Model Bisnis pada Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Berbasis Konsep Keberlanjutan

Gilang Maharditha, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D.

2023 | Tesis | S2 Manajemen

Kemenparekraf memiliki target untuk mendorong 244 desa wisata yang tersebar di Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi desa wisata mandiri di tahun 2024. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk menciptakan diversifikasi destinasi pariwisata berbasis pariwisata berkelanjutan. Hal ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan potensi dan mengembangkan desa wisata secara maksimal. Desa Wisata Kaki Langit Mangunan termasuk salah satu destinasi yang potensial dan memiliki keinginan untuk menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Namun, minimnya pengetahuan akan konsep tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pihak pengelola.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan dan mengembangkan model bisnis Desa Wisata Kaki Langit Mangunan menggunakan TLBMC. Rancangan model bisnis ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan menjadi alat bantu untuk menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Analisis keberlanjutan usaha dilakukan pada dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial untuk memprediksi dampak yang dihasilkan oleh model bisnis tersebut.

Peneilitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan survei. Data-data tersebut kemudian dimasukkan dalam rancangan model bisnis TLBMC dan dianalisis untuk mengukur dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari operasional Desa Wisata Kaki Langit. Selain itu, analisis profitabilitas keuangan seperti ROS, ROA, dan SROI digunakan untuk melihat dampak yang dihasilkan secara kuantitatif. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROS dan ROA dari Desa Wisata Kaki Langit masih menunjukkan persentase negatif. Selain itu kalkulasi SROI menunjukkan angka 0,155. Analisis dimensi lingkungan menunjukkan bahwa Desa Wisata Kaki Langit belum memenuhi indikator keberlanjutan lingkungan. Sebaliknya, analisis dimensi sosial telah memenuhi indikator keberlanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, maka kebutuhan untuk mengembangkan model bisnis dengan TLBMC dianggap sangat kuat. 



The Ministry of Tourism aims to encourage 244 tourism villages all over Indonesia to be certified as independent tourism village by 2024. Moreover, the government also plans to create diversification of sustainability-based tourism destination. It considers as a real action to leverage potencies and maximize tourism villages development. Kaki Langit Mangunan tourism village is one of the potential destinations and possesses a strong will to implement sustainable tourism concept. However, limited know-how to implement the concept creates concerns within the management. 

The aims of this research are to formulate and develop business model of Kaki Langit tourism village using TLBMC. The design of this business model is expected to provide basic knowledge and a supporting tool in implementing sustainable tourism concept. Sustainable business analysis is performed in analysing economic, environment, and social dimension. Designed with qualitative research method, data is collected via interviews and surveys. The collected data is then analysed to measure the impact in three aforementioned dimensions qualitatively, by using content analysis. Financial profitability analysis is performed to measure ROS, ROA, and SROI. 

The result shows that ROS and ROA of Kaki Langit tourism village are negative because of pandemic. Furthermore, SROI calculation resulted in 0,155. Environment dimension analysis indicates that sustainable indicators is not sufficiently fulfilled. In contrast to that, the social dimension fulfills the sustainable indicators. The result of analysis emphasizes a strong urgency and importance to develop business model using TLBMC.

Kata Kunci : desa wisata, desa wisata berkelanjutan, model bisnis, TLBMC

  1. S2-2023-452465-abstract.pdf  
  2. S2-2023-452465-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-452465-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-452465-title.pdf