Cardio Ankle Vascular Index Sebagai Prediktor Luaran Buruk Pasien Gagal Jantung Kronis
Cindarwati Mega Riyanto, Dr. dr. Hariadi Hariawan, Sp.PD-KKV, Sp.JP (K).; dr. Real K. Marsam, Sp.JP (K)
2023 | Tesis-Spesialis |
Latar belakang: Meskipun diagnosis dan terapi telah mengalami kemajuan yang signifikan, pasien gagal jantung
masih memiliki prognosis jangka panjang yang
buruk. Penting untuk mencari penanda fungsional baru yang
memiliki nilai prediktif untuk perkembangan gagal jantung di luar faktor risiko klasik lainnya.
Kekakuan arteri diukur dengan cardio ankle vascular index (CAVI) berperan
dalam patofisiologi gagal jantung. Masih belum jelas apakah CAVI dapat memprediksi hasil pada pasien
dengan gagal jantung kronis
(GJK).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki CAVI sebagai prediktor luaran buruk selama 1 tahun
(kematian kardiovaskular atau
rawat inap
karena perberatan
gagal jantung) pada pasien
GJK.
Metode: kami mendaftarkan pasien dengan diagnosis gagal jantung
kronis dari September
2021 hingga Januari 2022 (60 pasien) dan memeriksa
CAVI. Pasien ditindaklanjuti untuk mengumpulkan informasi mengenai rawat inap dan kematian kardiovaskular.
Hasil: Hasil primer dari penelitian ini adalah luaran buruk dalam 1 tahun (kematian kardiovaskular atau rawat inap karena gagal jantung). Hubungan antara luaran buruk dan variabel klinis dianalisis menggunakan model regresi logistik bersyarat. 19 pasien (31,7%) mengalami luaran buruk. Nilai batas CAVI untuk memprediksi luaran buruk adalah 9,15 (sensitivitas 0,632 spesifisitas 0,878, area di bawah kurva 0,761, 95% CI 0,61–0,91). Pasien dengan CAVI>= 9,15(12, 70,6%) lebih berisiko mengalami luaran buruk dibandingkan pasien dengan CAVI<9,15 (7, 16,3%) (p=0,001). Setelah disesuaikan dengan faktor perancu lainnya, CAVI secara independen terkait dengan terjadinya luaran buruk (Odds ratio 9,778, 95% CI 2,158-44,310, P = 0,03).
Kesimpulan: Cardio ankle vascular index yang tinggi mempunyai risiko 9,8x lebih
tinggi terjadinya
luaran buruk (kematian kardiovaskular
atau rawat inap karena perberatan gagal jantung) dibanding subjek dengan CAVI yang lebih rendah pada
pasien gagal jantung kronis.
Background: Despite
significant advances in diagnosis and therapy, heart failure
patients still have a poor long-term prognosis. It is important
to search a novel
functional markers which have predictive value for the development of heart failure
beyond other classic
risk factors. Arterial stiffness measured by cardio
ankle vascular index (CAVI) has been implicated in pathophysiology
of heart failure (HF).
It remains unclear whether the CAVI can predict the outcome in patients with chronic heart failure.
Aim: This study aimed to investigate CAVI as predictor of composite endpoint at 1 year (cardiovascular death or hospitalization) in CHF patients.
Method: we enrolled patients with established diagnosis chronic heart failure from
September 2021 to January
2022 (60 patients) and examined the cardio-ankle vascular index (CAVI). Patients were followed up to collect informations on hospitalization and
cardiovascular death.
Results: The primary endpoint of the present study was composite endpoint at 1 year (the cardiovascular death or hospitalization because of heart failure). The association between primary end point and clinical variables was analyzed using conditional logistic regression models. 19 patients (31,7%) were developed composite endpoint. A cut-off value of CAVI for predicting composite endpoint was 9.15 (sensitivity 0.632 specificity 0,878, area under the curve 0.761, 95% CI 0.61-0.91). Patients with CAVI >= 9,15(12, 70,6%) have significantly higher composite endpoint risk than patients with CAVI<9.15 (7, 16,3%) (p=0,001). After adjustment by other confounding factors, CAVI was independently associated with the occurrence of composite endpoint (Odds ratio 9,778, 95% CI 2.158- 44.310, P = 0.03).
Conclusion:
High CAVI was associated
with 9,8 times higher
composite endpoint risk (cardiovascular death or hospitalisation)
in CHF patients
Kata Kunci : Gagal jantung kronis, kekakuan arteri, cardio ankle vascular index, rawat inap, Chronic heart failure, arterial stiffness, cardio ankle vascular index, hospitalization