Laporkan Masalah

Gambaran Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya Pada Perawat Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Dyah Dwi Lestari, Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D; Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D

2023 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) menempati urutan kedua infeksi yang paling sering terjadi, dengan jumlah kejadian yang dilaporkan mencapai 8,3 juta kasus per tahun. Kebiasaan menahan berkemih merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya ISK, sedangkan pemberian asupan cairan yang cukup dapat mengurangi risiko kekambuhannya.

Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran kejadian ISK pada perawat dan menganalisis apakah ruangan tempat bekerja, kebiasaan menahan buang air kecil (BAK) lebih dari 2 jam serta kebiasaan minum kurang dari 2 liter per hari merupakan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ISK.

Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Partisipan adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap reguler, ruang isolasi, ruang perawatan intensif dan rawat jalan RSUP Dr Sardjito sejumlah 47 orang untuk kelompok kasus dan 163 orang untuk kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner data demografi dan pola kebiasaan, pemeriksaan carik celup (dipstick test) serta urinalisis di laboratorium Pramita. Analisis statistik dilakukan dengan uji Chi Square, sedangkan untuk mengetahui kekuatan hubungan antar variabel dilakukan penghitungan Odds Ratio (OR).

Hasil: Angka kejadian tertinggi pada rentang usia 31-40 tahun dan seluruhnya perempuan. Variabel ruangan tempat kerja memiliki nilai p= 0,620 dan OR= 1,249 kebiasaan menahan BAK p= 0,108 dan OR= 1,706 sedangkan kebiasaan minum air putih kurang dari 2 liter p= 0,769 dan OR= 0,430. Ketiganya memiliki nilai p > 0,05

Kesimpulan: ruangan tempat kerja, kebiasaan menahan BAK dan kebiasaan minum kurang dari 2 liter bukan merupakan faktor yang memengaruhi kejadian ISK.

Background: Urinarytract infection (UTI) ranks as the second most common infection, with 8.3 million reported cases per year. The habit of holding urination is one of the trigger factors for UTIs, while providing adequate fluid intake can reduce the risk of recurrence.

Research Objectives: Knowing the description of UTI incidence in nurses and analyzing whether the workplace, the habit of holding urination for more than 2 hours and the habit of drinking less than 2 liters per day are factors that influence the incidence of UTIs.

Method: Analytic observational research with a case control design. Participants were nurses in the regular inpatient unit, isolation unit, intensive care unit and outpatient unit of Dr. Sardjito Hospital totaling 47 people for the case group and 163 people for the control group. Data collection was carried out by filling out questionnaires of demographic data and habit patterns, dipstick tests and urinalysis in Pramita's laboratory. Statistical analysis was carried out with the Chi Square test, while to determine the strength of the relationship between variables, the Odds Ratio (OR) was calculated.

Results: The highest incidence rate was in the age range of 31-40 years and was entirely female. The workplace room variable has a value of p = 0.620 and OR = 1.249, the habit of holding urination p = 0.108 and OR = 1.706, while the habit of drinking water less than 2 liters p = 0.769 and OR = 0.430. All three variables have p value > 0.05

Conclusions: the workplace room, the habit of holding urination and the habit of drinking less than 2 liters are not factors that influence the incidence of UTIs.

Kata Kunci : berkemih, infeksi, minum, perawat

  1. S1-2023-475355-abstract.pdf  
  2. S1-2023-475355-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-475355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-475355-title.pdf