Laporkan Masalah

PERLAWANAN TERHADAP PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM WEB DRAMA IT’S OK TO BE SENSITIVE (Jom Yeminhaedo Gwaenchanha)

Laksita Gandhis, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D.

2023 | Skripsi | S1 BAHASA DAN KEBUDAYAAN KOREA

Penelitian ini membahas tentang diskriminasi gender, pelecehan, dan kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan di kampus serta bentuk perlawanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlawanan diskriminasi gender di Korea yang terdapat pada web drama It’s Ok to be Sensitive, serta mendeskripsikan perlawanan diskriminasi gender yang terdapat di Korea Selatan. Penelitian ini dikaji menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif, serta dengan  teori sosiologi sastra (Damono, 1979). Pada penelitian ini juga menggunakan teori gender (Fakih, 1996) dan (Dalimoenthe, 2021), diskriminasi gender (Hasanah, 2018), pelecehan seksual (Suprihatin and Azis, 2020), dan kekerasan seksual (Mas’udah, 2022). 

Berdasarkan analisis, bentuk perlawanan diskriminasi gender, pelecehan, dan kekerasan seksual dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu perlawanan dalam bentuk penolakan, pelaporan, dan sanksi sosial. Perlawanan dalam bentuk penolakan terdapat empat data, perlawanan dalam bentuk pelaporan terdapat dua data, dan perlawanan dalam bentuk sanksi sosial terdapat dua data. Perlawanan diskriminasi pelecehan, dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pemeran perempuan di dalam drama merupakan bagian kecil dari bentuk perlawanan diskriminasi secara nyata yang terdapat di Korea Selatan. Fakta sosial berkaitan dengan diskriminasi gender, pelecehan, dan kekerasan di Korea Selatan yang difokuskan dalam gerakan #MeToo.


This research discusses gender discrimination, harassment, and sexual violence experienced by women on campus and the forms of resistance. This study aims to describe the resistance to gender discrimination in Korea which is found in the web drama It's Ok to be Sensitive, as well as to describe the resistance to gender discrimination in South Korea. This research was studied using a qualitative description approach, as well as with the theory of sociology of literature (Damono, 1979). This study also uses gender theory (Fakih, 1996) and (Dalimoenthe, 2021), gender discrimination (Hasanah, 2018), sexual harassment (Suprihatin and Azis, 2020), and sexual violence (Mas'udah, 2022).

Based on the analysis, the forms of resistance against gender discrimination, sexual harassment and violence are divided into 3 groups, namely resistance in the form of rejection, reporting and social sanctions. Resistance in the form of rejection has four data, resistance in the form of reporting has two data, and resistance in the form of social sanctions has two data. Resistance to discrimination, harassment and sexual violence committed by female actors in dramas is a small part of the real form of resistance to discrimination that exists in South Korea. Social facts related to gender discrimination, harassment, and violence in South Korea which are focused in the #MeToo movement.

Kata Kunci : web drama It’s Ok to be Sensitive, diskriminasi gender, pelecehan seksual, kekerasan seksual, #MeToo

  1. S1-2023-399549-abstract.pdf  
  2. S1-2023-399549-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-399549-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-399549-title.pdf