Laporkan Masalah

Implementasi Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan yang Dilakukan di Bawah Tangan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 155/Pdt.G/2019/Pn.Jkt.Tim)

Ni Wayan Putri Shanty Dewi, Dr. Taufiq El Rahman, S.H., M.Hum

2023 | Tesis | S2 Kenotariatan

Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan manusia akan hunian, menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan dalam pengadaan perumahan, salah satunya ialah berupa wanprestasi yang dilakukan oleh perusahaan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kesesuaian Putusan Pengadilan Negeri No. 155/Pdt.G/2019/Pn.Jkt.Tim, serta penerapan asas itikad baik yang dilaksanakan PT. Nusuno Karya terhadap pembeli Perumahan Violet Garden dalam sengketa kepemilikan rumah yang dilakukan menurut perjanjian jual beli di bawah tangan.

Jenis penelitian yang terdapat di penelitian ini ialah yuridis empiris. Data yang diperoleh berdasarkan penelitian kepustakaan dan lapangan kemudian akan dianalisis secara kualitatif, dan selanjutnya dituangkan dengan teknik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Putusan No. 155/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Tim sudah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2021 mengenai Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. Hakim dalam memberikan amar putusannya telah sesuai dengan peraturan tersebut, karena Surat Perjanjian Jual Beli yang digunakan penggugat sebagai bukti utama dalam mengajukan gugatan, belum cukup kuat untuk dapat digunakan sebagai tanda bukti adanya peralihan hak atas tanah. Selanjutnya, terdapat asas itikad baik dalam perjanjian jual beli secara di bawah tangan yang dilakukan antara pembeli perumahan Violet Garden dengan PT Nusuno Karya, namun tidak diterapkan pada keseluruhan tahapan perjanjian. Pada tahap pra kontraktual, penerapan asas itikad baik telah dilaksanakan oleh para pihak. Sementara itu, pada tahap kontraktual dan pasca kontraktual, itikad baik tidak terpenuhi karena adanya pelanggaran pada unsur kepatutan yang merupakan syarat utama terwujudnya asas itikad baik. 

The increasing demands and human needs for housing have caused various problems in housing procurement, one of which is in the form of defaults committed by developer companies. This study aims to determine and analyze the suitability of the District Court Decision No. 155/Pdt.G/2019/Pn.Jkt.Tim, as well as the application of the principle of good faith carried out by PT. Nusuno Karya against Violet Garden Housing buyers in a house ownership dispute which was carried out according to a private sale and purchase agreement.

The type of research contained in this study is empirical juridical. The obtained data based on library and field research will then be analyzed qualitatively and poured with descriptive techniques.

The results of the research show that Decision No. 155/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Tim is in accordance with the provisions contained in Government Regulation No. 18 of 2021 concerning Management Rights, Land Rights, Flats Units, and Land Registration. The judge in giving the verdict was in accordance with these regulations, because the Sale and Purchase Agreement used by the plaintiff as the main evidence in filing a lawsuit is not strong enough to be used as proof of the transfer of land rights. Furthermore, there is a principle of good faith in the private sale and purchase agreement made between the Violet Garden housing buyer and PT Nusuno Karya, but this is not applied to all stages of the agreement. At the pre-contractual stage, the parties have implemented the principle of good faith. Meanwhile, at the contractual and post-contractual stages, good faith was not fulfilled due to a violation of the element of decency which is the main requirement for the realization of the principle of good faith.

Kata Kunci : Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Perjanjian di Bawah Tangan, Asas Itikad Baik

  1. S2-2023-485263-abstract.pdf  
  2. S2-2023-485263-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-485263-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-485263-title.pdf