Peran Babinsa Dalam Mitigasi Bencana Erupsi Gunungapi Merapi Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Pada Koramil 02/Pakem, Kodim 0732/Sleman)
NICHOLAS ARYO BIMO W, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M. Sc ; Dr. Sigit Heru Murti BS, M. Si
2023 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan peran Babinsa dalam kegiatan mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi di Koramil 02/Pakem, Kodim 0732/Sleman dan untuk menganalisis implikasi pelaksanaan peran Babinsa dalam kegiatan mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Sleman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, kepustakaan dan internet. Teknik pemilihan subyek penelitian adalah purposive sampling sebagai sumber data utama melalui wawancara dengan narasumber yang terdiri dari: Komandan Kodim, Komandan Koramil, Bintara Pembina Desa, Aparatur Pemerintahan setempat (Kepala Desa dan Kepala Dusun), Tokoh Masyarakat setempat dan masyarakat umum setempat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui peran Babinsa terhadap kegiatan mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi di Koramil 02/Pakem, Kodim 0732/Sleman berimplikasi terhadap peningkatan kesadaran, pemahaman, edukasi serta kemampuan masyarakat Kapanewon Pakem dalam mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi melalui kegiatan pembinaan teritorial, serta kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat yang dimiliki oleh Babinsa. Pada pelaksanaannya masih terdapat kendala yang dihadapi oleh Babinsa untuk pengimplementasian peran Babinsa. Kegiatan peran Babinsa yang dilakukan memiliki implikasi terhadap ketahanan wilayah di Kapanewon Pakem, yang dilihat melalui tiga aspek yaitu: (1) aspek ekonomi, (2) aspek sosial budaya, serta (3) aspek keamanan. Babinsa melalui kegiatan pembinaan teritorial memainkan peran penting dalam membantu menjaga kondisi sosial budaya yang stabil dengan beradaptasi kepada kondisi sosial budaya warga binaan mendorong terciptanya basis komunitas masyarakat tangguh bencana, secara terbatas membantu terciptanya pemulihan ekonomi dengan pendampingan budidaya pertanian serta pendampingan perbaikan infrastruktur perekonomian dan membantu menciptakan keamanan yang bersinergi dan terintegrasi.
This study aims to identify the implementation of Babinsa's role in mitigating the Merapi Volcano eruption at Koramil 02/Pakem, Kodim 0732/Sleman and to analyze the implications of implementing Babinsa's role in mitigating the Merapi Volcano eruption disaster for the resilience of the Sleman Regency area. The approach used in this research is qualitative research with the method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used were interviews, observation, documentation, literature and the internet. The technique for selecting research subjects was purposive sampling as the main data source through interviews with informants consisting of: Kodim Commanders, Koramil Commanders, Village Trustees, Local Government Officials (Village Heads and Hamlet Heads), local community leaders and the local general public. The results of this study indicate that through Babinsa's role in disaster mitigation activities for the Merapi Volcano eruption at the Koramil 02/Pakem, Kodim 0732/Sleman has implications for increasing awareness, understanding, education and the ability of the Kapanewon Pakem community in mitigating the Merapi Volcano eruption disaster through territorial development activities, as well as Babinsa has the ability of early detection, early prevention, quick meeting and fast reporting. In practice, there are still obstacles faced by Babinsa in implementing Babinsa's role. Babinsa's role activities carried out have implications for regional resilience in Kapanewon Pakem, which are seen through three aspects, namely: (1) economic aspects, (2) socio-cultural aspects, and (3) security aspects. Babinsa through territorial development activities plays an important role in helping to maintain stable socio-cultural conditions by adapting to the socio-cultural conditions of the inmates to encourage the creation of a disaster-resilient community base, limitedly helping to create economic recovery by assisting in agricultural cultivation as well as assisting in improving economic infrastructure and helping to create synergized and integrated security.
Kata Kunci : Peran, Babinsa, Mitigasi, Erupsi, Ketahanan Wilayah