Laporkan Masalah

ESTIMASI NILAI WAJAR SAHAM PT BANK SYARIAH INDONESIA TBK (BRIS) SETELAH RIGHT ISSUE PADA TAHUN 2022

Yosi Amelia Putri, Hardo Basuki, Dr., M.Soc.Sc., CSA., CA

2023 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Untuk memenuhi regulasi dari Bursa Efek Indonesia mengenai ketentuan porsi saham free float BSI, maka PT Bank Syariah Indonesia (kode emiten: BRIS) yang merupakan perusahaan hasil merger dari tiga bank syariah yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, dan BRI Syariah mengadakan right issue (hak memesan efek terlebih dahulu) pada akhir tahun 2022. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan perhitungan estimasi nilai wajar saham BSI setelah dilakukannya right issue dan menganalisis dampak right issue terhadap harga saham BSI di pasar. Pendekatan yang digunakan dalam melakukan perhitungan estimasi nilai wajar saham BSI adalah pendekatan Discounted Cash Flow (DCF) dengan Free Cash Flow to Equity (FCFE) dan pendekatan Relative Valuation dengan menggunakan Price-to-Book Value (PBV) dan Price-Earnings Ratio (PER). Penelitian ini juga menggunakan tiga skenario yaitu skenario optimis, skenario normal dan skenario pesimis. Penelitian ini menggunakan data historis perusahaan dari tahun 2021-2022. Hasil penelitian ini adalah pendekatan DCF dengan metode FCFE dan pendekatan relative valuation dengan pendekatan PBV dan pendekatan PER dapat digunakan untuk menghitung estimasi nilai wajar saham BSI. Hasil perhitungan nilai wajar saham yang didapatkan dengan metode DCF dengan FCFE pada skenario optimis sama dengan harga saham BSI di pasar (Fair-Valued). Akan tetapi, nilai wajar saham yang didapatkan dengan menggunakan metode DCF dengan FCFE pada skenario normal dan pesimis adalah Overvalued jika dibandingkan dengan harga pasar, sedangkan pada skenario optimis nilai wajar saham Fair-Valued dengan harga pasar. Perhitungan nilai wajar saham dengan metode relative valuation dengan pendekatan PBV mendapatkan nilai wajar saham BSI yang Fair-Valued dengan harga pasar.

In order to comply with Indonesia Stock Exchange regulations regarding the percentage of free float, PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) which is the company merger of Bank Syariah Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah and BRI Syariah, BSI held right issue in the end of 2022. This study aims to calculate the fair value estimation of BSIs shares after right issue and to analyze the impact of right issue on BSIs shares current price on market. The approaches used in this study for estimating the fair value of BSIs shares are Discounted Cash Flow with Free Cash Flow to Equity method and Relative Valuation with Price to Book Value approach (PBV) and Price-Earnings Ratio (PER) approach. This study used 3 different scenarios which are Optimistic Scenario, Normal Scenario and pessimistic Scenario. This study used the company historical data from 2021 to 2022. The result of the fair value estimation of BSIs shares obtained using DCF method with FCFE approach in optimistic scenario is Fair-Valued with the price of BSIs shares in market. The result of the fair value estimation of BSIs shares obtained using DCF method with FCFE approach in normal scenario and pessimistic scenario is Overvalued with the price of BSIs shares in market. The result of the fair value estimation of BSIs shares obtained using Relative Valuation with PBV Approach and PER Approach is Fair-Valued with the price of BSIs shares in market.

Kata Kunci : Valuasi, Nilai Wajar Saham, Discounted Cash Flow, Relative Valuation, Free Cash Flow to Equity, Right Issue, Price to Book Value, Price-Earnings Ratio

  1. S2-2023-483856-abstract.pdf  
  2. S2-2023-483856-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-483856-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-483856-title.pdf